Posted by: himafarin | 20th Mar, 2014

perubahan jadwal PSP

Posted by: himafarin | 10th Mar, 2014

Jadwal PORIKAN 2014 (PSP JUARA)

jdwal2

Posted by: himafarin | 12th Feb, 2014

KKP Bantu Perikanan Sulbar Rp 31,6 Miliar

KKP Bantu Perikanan Sulbar Rp 31,6 Miliar

KKP Bantu Perikanan Sulbar Rp 31,6 Miliar

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah dan terus memberikan dukungan anggaran baik APBN maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah.

Di antaranya untuk Provinsi Sulawesi Barat, tahun 2013 KKP telah mengalokasikan kegiatan dan anggaran sebesar Rp 31.652.855.400. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo, pada kunjungan kerja di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada Minggu 10 November 2013.

Anggaran KKP tersebut diperuntukan untuk program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Tangkap sebanyak 115 KUB senilai Rp 11,5 Milyar, Perikanan Budidaya untuk 73 kelompok senilai Rp 4,7 Milyar serta PUMP P2HP sebanyak 43 kelompok senilai Rp 2,1 Milyar, bantuan Kapal Inka Mina berukuran 30 GT sebanyak 3 unit senilai Rp 4,5 Milyar, dan pemberian Sertifikat hak atas tanah nelayan untuk 500 bidang tanah.

Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) juga mendapatkan bantuan 6.429 kartu nelayan serta pengadaan 2 paket bibit rumput laut senilai Rp 30 juta. “Bantuan KKP tersebut dimanfaatkan juga untuk pengadaan 1 unit sarana prasarana penunjang program mina wisata senilai Rp 4 Milyar, dan dipergunakan untuk penyelenggaraan pengembangan sumberdaya manusia kelautan perikanan senilai Rp 1,09 Milyar serta pengadaan sarana pemasaran, sarana SRD, Cold Storage, dan pabrik es senilai Rp 3,4 Milyar,” jelas Sharif

Terkait program pemberdayaan dan kewirausahaan masyarakat, Sharif mengungkapkan KKP mempunyai berbagai program yang dapat dimanfaatkan masyarakat perikanan. Di antaranya, Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN), Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) serta Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan. Untuk pembanguan pesisir, KKP telah menggulirkan Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) serta Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Sedangkan untuk pengembangan sarana dan prasarana,KKP telah menggulirkan bantuan kapal perikanan, pengembangan dan rehabilitasi pelabuhan perikanan, rehabilitasi Balai Benih Ikan Pantai (BBIP), pengadaan paket peralatan sistem rantai dingin serta pengembangan sistem perbenihan ikan.

“KKP juga memberikan dukungan tenaga penyuluh perikanan yang ditempatkan di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” ujar Sharif.

Potensi Besar

Sharif juga menjelaskan, Indonesia memiliki potensi sangat besar di sektor kelautan dan perikanan, dan dapat diandalkan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Potensi ekonomi kelautan dan perikanan Indonesia diperkirakan mencapai 1,2 triliun dolar AS per tahun, atau setara dengan 10 kali APBN 2012.

Namun demikian, potensi yang dikelola diperkirakan masih kurang dari 10 persen. Bahkan menurut studi Mc Kinsey Global Institute, diproyeksikan ekonomi Indonesia akan menjadi yang terbesar ke-7 dunia pada 2030. “Menurut Mc Kinsey, 4 sektor yang menjadi penopang utama ekonomi Indonesia ke depan adalah sumber daya, hasil pertanian, perikanan, dan jasa. Bahkan sektor jasa, konsumen, pertanian dan perikanan, serta sumber daya alam diperkirakan tumbuh pesat lebih dari 1,8 triliun dollar AS,” jelas Sharif.

Sharif juga menambahkan, KKP telah merumuskan dan melaksanakan berbagai kebijakan dan program. Tujuan utamanya diantaranya untuk, meningkatkan daya saing perikanan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, dan nilai tambah produk, serta meningkatkan pengawasan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dan ketertelusuran (traceability) produk hasil perikanan dan jaminan ketersediaan bahan baku ikan untuk konsumsi dan industri.

Tujuan lain adalah mengembangkan sumber daya manusia kelautan dan perikanan, meningkatkan penguatan iptek kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan, petambak garam, dan masyarakat pesisir lainnya.

Menurut Sharif, industrialisasi pada hakikatnya adalah peningkatan nilai tambah, sedangkan ekonomi biru melengkapinya melalui pelaksanaan prinsip-prinsip pembangunan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, nilai ekonomi sektor kelautan dan perikanan akan tergarap optimal dan di sisi lain daya dukung lingkungan dapat terjaga keberlanjutannya. Namun pembangunan masih dihadapkan pada ragam kendala dan tantangan. Diantaranya, masih adanya kemiskinan, keterbatasan akses permodalan, konflik antar pelaku usaha, keterbatasan penguasaan teknologi, degradasi lingkungan pesisir dan lautan serta terjadinya perubahan iklim. (Efrimal Bahri/mar)

http://news.liputan6.com

Posted by: himafarin | 8th Mar, 2013

Ada Apa Sih Dikegiatan Fisherman Friend 2013?

FISHERMAN FRIEND

 

             Merupakan kegiatan turun lapang mahasiswa/i Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (HIMAFARIN) Institut Pertanian Bogor, dalam rangka mengetahui potensi perikanan tangkap disuatu daerah pesisir, pola hidup nelayan, menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir, memberikan pendidikan lingkungan hidup usia dini, dan bakti sosial kepada masyarakat.

Mariteam Expedition II

Tanggal        :     20-21 April 2013

Tempat        :     Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi

Deskripsi    :     Kegiatan penelitian ilmiah mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat nelayan

Luaran        :     Buku Laporan Ilmiah, Foto Dokumentasi, Film Dokumenter

 

Pendidikan Lingkungan Hidup

Tanggal          :      29 Maret dan 20-21 April 2013

Tempat          :      SDN Babakan Darmaga 3  , Bogor dan SDN Pajagan , Kecamatan Cisolok

Deskripsi    :   Merupakan kegiatan pengenalan pentingnya ekosistem pesisir dan bagaimana cara menjaga kelestariannya, melalui berbagai kegiatan aksi edukasi seperti: Pembagian buku konservasi pesisir, sosialisasi, pembuatan kotak sampah “peduli lingkungan pesisir” dan lomba-lomba bertemakan konservasi ekosistem persisir.

 

Coastal Clean up

Tanggal            :      20 April 2013

Tempat            :      Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi

Deskripsi        :       Merupakan kegiatan membersihkan pantai dan lingkungan pesisir

 

Bakti Sosial

Tanggal            :      20 April 2013

Tempat            :      Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi

Deskripsi        :      Merupakan kegiatan sosial berupa pemberian sembako kepada masyarakat Desa Cikahuripan

 

FISHERMAN FRIEND

“Bersama Membantu Nelayan, Kita Peduli, Kita Berbagi”

  Read More…

Posted by: himafarin | 8th Mar, 2013

Himafarin Night 2013

Asslamualaikum,,
Selamat malam Bapak/Ibu Dosen, para Alumni, dan kaka-kaka senior PSP…
diberitahukan saat ini HIMAFARIN akan mengadakan acara “Himafarin Night 2013” dengan tema “Malam Kemilau PSP”.
Acara ini akan dilaksanakan pada:
hari / tanggal : Sabtu / 16 Maret 2013
waktu : 19.00-22.00 WIB
tempat : Koridor A1 (Lintang FPIK)
dengan menggunakan dresscode colorfull semiformal (No T-shirt and Sandal). Namun dresscode ini diharapkan tidak menjadikan hambatan bagi kaka” untuk datang di acara Himnight kali ini. Dresscode yang di maksud yaitu pakaian semiformal menggunakan warna bebas/apa saja (tidak ditentukan) dan tidak harus berwarna-warni. Yang kami harapkan bukanlah pakaiannya saja melainkan kedatangan Bapak/Ibu Dosen, para Alumni, kaka-kaka senior sekalian,
di dalam acara ini terdapat pula sebuah sesi acara penting yaitu “Malam Amal PSP”, dimana diharapkan kepada para undangan (Bapak/Ibu Dosen, para Alumni, dan kaka-kaka senior PSP) yg dtg dapat memberikan sedikit rezekinya yang nanti akan dihibahkan ke acara HIMAFARIN berikutnya yaitu “Fisherman Friend” guna kegiatan Bakti sosial
Untuk itu kami bermaksud mengundang kakak-kakak PSP untuk bersedia hadir pada acara tersebut.
di mohon kepada kaka sekalian untuk menginformasikan kpd teman2 seangkatan kakak..

terimakasih
Wasslmualaikum wr.wb

-HUMAS HIMNIGHT 2013-
NB: bagi kk2 yang ingin mengisi acara bisa menghubungi cp dibawah ini, (knfirmasi ditunggu hingga hari selasa 12Maret)
cp : Audie (08999801992)
Yowan (085691586336)

Posted by: himafarin | 23rd Jan, 2013

Formulir Pendaftaran Pengurus Himafarin 2013

Silahkan membuka link di bawah ini untuk pendaftaran pengurus Himafarin 2013 (khusus mahasiswa PSP angkatan 48)

https://docs.google.com/spreadsheet/embeddedform?formkey=dFhaV1QxVXFKNGVjNm9XMGNBVWZFckE6MQ

Posted by: himafarin | 3rd Jan, 2013

Rumput Laut Cocok untuk Blue Economy

JAKARTA-Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menyatakan rumput laut merupakan komoditas yang cocok untuk dijadikan objek penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) di sektor kelautan guna meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Itu karena rumput laut mampu memberikan banyak manfaat dari sisi hulu maupun hilir.

Ketua Umum ARLI Safari Azis mengatakan, komoditas rumput laut bisa dimanfaatkan mulai dari penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat yang tinggal di daerah pantai, merupakan bahan baku dari berbagai industri pangan, farmasi, kesehatan, kosmetik, pupuk cair dan berbagai prospek lainnya. “Ini menjadikan rumput laut sebagai salah satu komoditas blue economy di Indonesia,”kata dia dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (2/1).

Safari mencontohkan, ARLI bersama-sama Kelompok Tani Rumput Laut Bali sebagai para pelaku usaha yang melakukan pembibitan dan pembudidayaan rumput laut di Bali akan mengembangkan pemasaran rumput laut yang lebih luas dalam jumlah yang lebih besar dengan kualitas standar dengan memanfaatkan kemampuan dan jaringan ARLI. Kerja sama pemasaran termasuk pengembangan dan pembinaan itu sebagai bagian dan upaya untuk menjadikan rumput laut sebagai salah satu sumber mata pencaharian utama penduduk Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali.

Sebagai bagian dari blue economy, kata Safari, ARLI mengusulkan adanya sinergi antara komoditas rumput laut untuk mendukung sektor pariwisata dengan menelurkan gagasan Minawisata atau Fishery Ecotourism yang menjadikan aktivitas budidaya rumput laut sebagai kegiatan wisata. Proses kehidupan masyarakat pembudidaya rumput laut dalam kesehariannya menjadi kekayaan wisata yang unik dan ditata sedemikian rupa sehingga tidak dianggap sebagai bidang yang bertentangan atau saling mengeliminasi tetapi menjadi sebuah kesatuan utuh yang saling menguntungkan.

Sumber: INVESTOR DAILY Tanggal 3 Januari 2013 Hal.7

Posted by: himafarin | 28th Dec, 2012

Wih, Ikan Asal Indonesia Dihargai Rp 400 Miliar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan adanya peningkatan signifikan atas ekspor ikan asal Indonesia ke Timur tengah. Tahun ini saja, ikan Indonesia dihargai 40 juta dollar Amerika (sekitar Rp 400 miliar). Nilai itu adalah kompensasi dari ekspor 14 ribu ton ikan Indonesia ke Negara di Jazirah Arab tersebut.

“Ekspor produk perikanan ke beberapa negara nontradisional di Timur Tengah dan Afrika semakin tumbuh signifikan, permintaan kedua kawasan ini akan produk olahan ikan cukup tinggi,” kata Sharif Cicip Sutardjo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.Sebagai perbandingan, ekspor Indonesia ke Timur Tengah pada tahun lalu mencapai angka 30 juta dollar Amerika (sekitar Rp 300 miliar). Itu artinya ekspor ikan Indonesia ke Timur Tengah meningkat 10 miliar doillar di tahun ini.

Hal yang sama juga terjadi dalam neraca ekspor ikan Indonesia ke Afrika. Pada tahun 2011, nilai ekspor Indonesia ke Afrika mencapai  29 ribu ton dengan nilai 81 juta dolar. Sedangkan hingga Agustus 2012, ekspor pada tahun ini juga menunjukkan peningkatan cukup tajam dengan volume yang mencapai 23 ribu ton dengan nilai 56 juta dolar AS.

Sumber: REPUBLIKA.COM Tanggal 26 Desember 2012 Hal.1

Posted by: himafarin | 18th Dec, 2012

The New Leader of Himafarin

Hallooo semuaaaa..

Pasti udah pada baca kan pengumuman tentang Pemilihan Raya Ketua Himafarin di post sebelumnya? Kalau di post sebelumnya membahas tentang persyaratan pendaftaran jadi Calon Ketua Himafarin, nah sekarang nih, pengumuman, siapa ya yang jadi Ketua Himafarin 2012-2013? Check this out!

Ehm, jadi begini, tanggal 17 Desember kemarin nih, ada Musyawarah Besar Pemilihan Raya Ketua Himafarin 2012-2013. Calon ketua Himafarin ada tiga, dari PSP 47 *and all of them wear glasses*, ada Pawitra Jatmika, Iqbal Setiawan, dan M. Rizki Riantoro. Setelah melewati hujan pertanyaan yang sengit dari teman-teman dan juga senior yang hadir, tadaaaaa terpilihlah Pawitra Jatmika sebagai Ketua Himafarin 2012-2013.

Belum tau yang mana orangnya? Ini dia..

oh iya, bisa follow twitternya juga @pawitraa

CONGRATZ Pawitraaaa.. Semoga Himafarin ke depannya makin oke, keren, kece, berprestasi, dan JAYA pastinya ;DDD

Posted by: himafarin | 13th Dec, 2012

Blue Economy, Paradigma Baru KKP

JAKARTA – Ekosistem laut dan sumber daya perikanan yang hanya dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi semata, tapi mengabaikan lingkungan, akan menyebabkan masyarakat pesisir semakin terjerat kemiskinan akibat rusaknya sumber daya potensial. Padahal, penempatan nilai-nilai ekologi lebih penting  daripada perkembangan ekonomi jangka pendek.

Demikian Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo dalam acara discussion forum on blue economy di Jakarta, Rabu(12/12). Kemiskinan dan kerusakan ekologis, kata Sharif, merupakan salah satu faktor utama penyumbang kemiskinan Indonesia. Menyadari ini, KKP menjadikan paradigma blue economy sebagai paham dalam pembangunan kelautan dan perikanan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Konsep ini dinilai mampu mengembangkan ekonomi masyarakat secara komprehensif yang bermuara pada tercapainya pembangunan nasional secara menyeluruh dan berkelanjutan ,”katanya.

Menurut Sharif. Konsep blue economy mampu menjadi jembatan antar nilai ekonomi, sosial , dn lingkungan. Tentu saja, konsep itu akan bersinergi dengan pelaksanaan “triple track strategy” yakni program pro-poor (pengentasan kemiskinan), pro-growth (pertumbuhan), pro-job (perekrutan tenaga pekerjaan) dan pro-environment (pelestarian lingkungan).

“Paradigma tersebut melengkapi konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development), sedangkan prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan,”kata Sharif.

Dengan demikian, tambah politisi Golkar ini, dapat dikatakan bahwa blue economy merupakan  motor utama pembangunan berkelanjutan. Paradigma tersebut, ingin menghilangkan dampak negatif dari pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan dan kelangkaan sumber daya alam. Sehingga dapat dikatakan, paradigma blue economy tidak hanya menghitung niali materi saja, tapi juga biaya sosial dan lingkungan.

“Pengembangan aktivitas ekonomi yang berbasiskan blue economy yang diterapkan pada pesisir dari laut akan terintegrasi dengan Integrated Oceantal Management(ICM). Model pengelolaan pesisir secara terpadu tersebut membutuhkan suatu pemetaan tata ruang laut (zonasi) secara spesifik,”ujarnya .

Lewat pemetaan kawasan tersebut maka stakeholder terkait dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam dan dilingkungan dengan efisien dan ramah lingkungan secara berkelanjutan. Perencanaan tata ruang secara terpadu bertujuan untuk melindungi sumber daya renewabledan non-renewable di sekitar lokasi eksploitasi sumber daya.

“Konsepsi ini pun mendapat lampu hijau, yakni telah diusulkannya sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sektor kelautan dan perikanan 2013-2025,”bebernya.

Alhasil, pemerintah akan menetapkan sejumlah daerah untuk dijadikan model pembangunan dengan konsep blue economy. Diharapkan pada 2013, berbagai daerah percontohan itu sudah berjalan dan bisa dilihat keberhasilannya. Untuk kepulauan. Pulau Anambas ditunjuk sebagai model percontohan, untuk teluk dipilihlah teluk Tomini, untuk kawasan konservasi laut ditetapkanlah Wakatobi, sedangkan pembangunan kelautan secara terpadu di Nusa Tenggara Timur. Dalam pembangunan industrialisasi kelautan dan perikanan, blue economy berperan untuk mensinergikan kebijakan ekonomi, infrastruktur, sistem investasi, bisnis serta menciptakan nilai tambah dan produktivitas.

“Blue Economy ini mampu menjadi referensi atas model pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat, yang menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam dengan mengikuti pola efisiensi alam namun menghasil produk dan nilai lebih besar, tanpa limbah, dan kepedulian sosial(social inclusiveness),”ujarnya.

Blue Economy adalah sebuah model bisnis yang mampu melipat gandakan pendapatan diikuti dengan dampak penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai tambah. Paradigma ini dapat mengoptimalkan sumber daya kelautan dan perikanan dengan mongolah limbah dari satu produk menjadi bahan baku produk lain dan mampu menghasilkan lebih banyak produk turunan (zero waste).

Bahkan pendapatan dari produk-produk turunan tersebut diharapkan dapat mendapatkan hasil jauh lebih besar dari produk awal, termasuk di dalamnya diversifikasi produk, sistem produksi, pemanfaatan teknologi, financial engineering, dan menciptakan pasar baru bagi  produk-produk yang dihasilkan

Sumber: INDOPOS Tanggal 13 Desember 2012 Hal.3

-KKP

Older Posts »

Categories