Posted by: himafarin | 24th Apr, 2014

Pelatihan Operasi Penangkapan Ikan ( POPI ) 2014

“Pelatihan Operasi Penangkapan Ikan (POPI) 2014 “

kover proposal POPI makek logo HIMPATINDO

Pemanfaatan sumber daya perikanan khususnya pada perikanan laut (perikanan tangkap) sampai saat ini masih didominasi oleh usaha perikanan rakyat yang umumnya memiliki karakteristik skala usaha kecil, aplikasi teknologi yang sederhana, jangkauan penangkapan yang terbatas di sekitar pantai dan produktifitas yang relatif masih rendah. Tingkat produktivitas suatu alat tangkap dapat diketahui dari jumlah dan komposisi hasil tangkapan alat tangkap tersebut dengan jumlah upaya penangkapan. Rendahnya produktivitas nelayan umumnya diakibatkan oleh rendahnya ketrampilan dan pengetahuan serta penggunaan alat tangkap maupun perahu atau kapal yang masih sederhana sehingga efektifitas dan efisiensi alat tangkap serta penggunaan faktor-faktor produksi lainnya belum optimal.

Sarana dan prasarana dalam kegiatan operasi penangkapan ikan memang harus diperhatikan sehingga operasi penangkapan ikan akan berjalan dengan baik dan memperoleh keuntungan yang banyak. Selain memperhatikan aspek keuntungan yang harus didapatkan nelayan, faktor kelestarian lingkungan pun harus diperhatikan dengan seksama. Bagaimana sumberdaya ikan itu akan terus terjaga sehingga kegiatan operasi penangkapan dapat berkelanjutan. Lingkungan tempat hidup ikan juga harus dijaga kelestariannya sehingga menjadi habitat yang nyaman untuk ikan tumbuh dan berkembang. Kegiatan penangkapan ikan tidak dilakukan dengan semena-mena menggunakan bom. Menangkap sebanyak-banyaknya ikan yang ada di laut dengan segala cara yang dapat membahayakan lingkungan.

Saat ini diperlukan sekali adanya sebuah usaha dan tindakan untuk meningkatkan wawasan dan menjaga sumberdaya ikan yang ada oleh para pemuda Indonesia yang harus perduli terhadap lingkungan khususnya mahasiswa sebagai  generasi penerus agar mampu berkarya demi bangsa dan negaranya. Bercermin dari pernyataan diatas, Kelompok Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (KSP) Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro mengadakan Pelatihan Operasi Penangkapan Ikan. Kegiatan ini turut bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Perikanan Tangkap Indonesia (HIMPATINDO). Bentuk Kegiatan inilah yang kami harapkan dapat membekali mahasiswa khususnya Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dalam menghadapi tantangan dunia yang memasuki dunia globalisasi.

Pelatihan Operasi Penangkapan Ikan merupakan sebuah wadah  sarana pelatihan pengoperasian alat tangkap yang bertujuan untuk mengasah dan menciptakan generasi pemuda yang berkompeten dalam mewujudkan perikanan tangkap yang unggul. dengan adanya pelatihan ini, maka sebagai peserta akan mengetahu Mengetahui dasar-dasar teknik penangkapan, Mengetahui metode panangkapan ikan, Mengetahui metode penangkapan ikan ramah lingkungan dan Mengetahui dampak positif dan negatif kegiatan penangkapan bagi lingkungan dan manusia.

Pelatihan yang ditaja oleh Kelompok Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan  Universitas Diponegoro ( KSP UNDIP ) dengan Himpunan Mahasiswa Perikanan Tangkap  Indonesia ( HIMPATINDO ) mengusung tema ” Peran Pemuda untuk Mewujudkan Perikanan Tangkap yang Berwawasan dan Berkelanjutan”. dan akan dilaksanakan pada :

Hari                      : Jumat – Minggu

Tanggal                 : 18 – 20 April 2014

Tempat                 : Perairan Jepara Jawa Tengah

Sumber                 : HIMPATINDO

Posted by: himafarin | 24th Apr, 2014

Up Grading HIMAFARIN 2014

Title: Up Grading HIMAFARIN 2014
Date: 03 April 2014

Posted by: himafarin | 23rd Apr, 2014

Informasi Beasiswa IPB 2014

1. BEASISWA BRI NUSANTARA CERDAS – 23 APRIL 2014
- Mahasiswa SI Angkatan 49 dan 50 berasal dari wilayah Kai, Maluku Utara, Tanimbar, Aru, Talaud, Nunukan, Kaltim, Natuna, Nias, Mentawai, Banda Aceh
- Untuk Angkatan 49 IPK minimal 3.00
- Hanya menunjukan KTP asli dan Fotocopy KTP ke Loket Beasiswa Kampus IPB Dramaga terakhir 24 April 2014

2. BEASISWA GSF (Genksi Sosial Fund) – 25 APRIL 2014
INFO LENGKAP DI : http://kemahasiswaan.ipb.ac.id/index.php/kesejahteraan-mahasiswa/6-beasiswa/885-pembukaan-beasiswa-genksi-social-fund-tahun-2014

3. BEASISWA PT. DAYA ADICIPTA MUSTIKA – 2 MEI 2014
INFO LENGKAP DI : http://kemahasiswaan.ipb.ac.id/index.php/kesejahteraan-mahasiswa/program-beasiswa/ypka-a-rahmat/873-pembukaan-beasiswa-pt-daya-adicipta-mustika-tahun-20142015

4. BEASISWA DJARUM PLUS – 31 MEI 2014
INFO LENGKAP DI : http://kemahasiswaan.ipb.ac.id/index.php/kesejahteraan-mahasiswa/program-beasiswa/djarum-bakti-pendidikan/874-pembukaan-djarum-beasiswa-plus-tahun-ajaran-20142015

5. BEASISWA PPA BBM – 30 JUNI 2014
INFO LENGKAP DI : http://kemahasiswaan.ipb.ac.id/index.php/kesejahteraan-mahasiswa/program-beasiswa/ppa-a-bbm/879-pembukaan-dan-perpanjangan-beasiswa-ppa-bbm-periode-juli-desember-2014

6. BEASISWA PENELITIAN BIC – BUKA SETIAP SAAT
INFO LENGKAP DI : http://kemahasiswaan.ipb.ac.id/index.php/kesejahteraan-mahasiswa/6-beasiswa/573-beasiswa-bic-bogor-international-club-untuk-mahasiswa-tingkat-akhir-yang-akansedang-penelitian

TERIMA KASIH

Senin, 23 April 2014
1 Pekalongan–Pelabuhan Perikanan merupakan ujung tombak bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan pembangunan perikanan Indonesia.
Keberadaannya sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas perikanan dalam kegiatan pengelolaan sumberdaya ikan, kegiatan praproduksi, produksi, pengolahan, pemasaran ikan dan pengawasan. Untuk itu, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) terus berupaya meningkatkan daya dukung pelabuhan perikanan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, yang salah satunya dengan mengadakan Bimbingan Teknis Operasional Pelabuhan Perikanan.

Direktur Pelabuhan Perikanan DJPT mengatakan bahwa dari 816 pelabuhan perikanan yang ada di Indonesia, 36% diantaranya belum operasional. Oleh karena itu, perlu diadakan perbaikan kinerja operasional dengan melakukan pengelolaan dan pelayanan pelabuhan perikanan secara efektif dan memenuhi syarat operasional. “Optimalisasi operasional pelabuhan perikanan harus memenuhi perencanaan pembangunan pelabuhan perikanan yang mengikuti kaidah-kaidah seperti lokasi pelabuhan perikanan, fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sesuai dengan kriteria teknis dan operasional dan adanya kelembagaan dalam memanfaatkan fasilitas pelabuhan perikanan”, terang Bambang Sutedjo, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Operasional Pelabuhan Perikanan dengan tema “Pelabuhan Perikanan Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi” di Pekalongan, Selasa (15/4).

Dengan adanya bimbingan teknis yang diikuti oleh para pengelola pelabuhan perikanan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) provinsi dan kabupaten/kota lingkup Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta ini, diharapkan dapat memberikan informasi dan teknik pengelolaan dan pelayanan pelabuhan perikanan yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan wahana dalam berbagi informasi dan diskusi secara komprehensif dalam menyelesaikan permasalahan dalam pengelolaan pelabuhan perikanan. “Saya harap, bimbingan teknis ini dapat memberikan pengetahuan yang dapat dijadikan pedoman bagi para pengelola pelabuhan perikanan untuk mengoptimalkan operasional pelabuhan perikanan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi”, ungkap Bambang.

Direktur Pelabuhan Perikanan menambahkan bahwa, penguatan pengelolaan pelabuhan perikanan adalah hal yang sangat penting karena pelabuhan perikanan sebagai barometer keberhasilan pembangunan perikanan di suatu daerah. Operasional pelabuhan perikanan memiliki dampak yang sangat luas terhadap pertumbuhan dan perkembangan usaha perikanan dan usaha kecil lainnya yang mendukung kegiatan perikanan. Hal ini karena pelabuhan perikanan juga berfungsi sebagai basis pembinaan nelayan dan pengolah hasil perikanan skala kecil, menengah sampai besar serta sebagai pusat industri perikanan dalam suatu mekanisme sistem bisnis perikanan dari hulu ke hilir.

http://www.djpt.kkp.go.id/index.php/arsip/c/531/DJPT-Mengoptimalkan-Operasional-Pelabuhan-Perikanan-Sebagai-Pusat-Pertumbuhan-Ekonomi/?category_id=14

 

Posted by: himafarin | 20th Mar, 2014

Jadwal PORIKAN PSP 2014

perubahan jadwal PSP

Posted by: himafarin | 12th Feb, 2014

KKP Bantu Perikanan Sulbar Rp 31,6 Miliar

KKP Bantu Perikanan Sulbar Rp 31,6 Miliar

KKP Bantu Perikanan Sulbar Rp 31,6 Miliar

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah dan terus memberikan dukungan anggaran baik APBN maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerah.

Di antaranya untuk Provinsi Sulawesi Barat, tahun 2013 KKP telah mengalokasikan kegiatan dan anggaran sebesar Rp 31.652.855.400. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo, pada kunjungan kerja di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada Minggu 10 November 2013.

Anggaran KKP tersebut diperuntukan untuk program Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) Perikanan Tangkap sebanyak 115 KUB senilai Rp 11,5 Milyar, Perikanan Budidaya untuk 73 kelompok senilai Rp 4,7 Milyar serta PUMP P2HP sebanyak 43 kelompok senilai Rp 2,1 Milyar, bantuan Kapal Inka Mina berukuran 30 GT sebanyak 3 unit senilai Rp 4,5 Milyar, dan pemberian Sertifikat hak atas tanah nelayan untuk 500 bidang tanah.

Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) juga mendapatkan bantuan 6.429 kartu nelayan serta pengadaan 2 paket bibit rumput laut senilai Rp 30 juta. “Bantuan KKP tersebut dimanfaatkan juga untuk pengadaan 1 unit sarana prasarana penunjang program mina wisata senilai Rp 4 Milyar, dan dipergunakan untuk penyelenggaraan pengembangan sumberdaya manusia kelautan perikanan senilai Rp 1,09 Milyar serta pengadaan sarana pemasaran, sarana SRD, Cold Storage, dan pabrik es senilai Rp 3,4 Milyar,” jelas Sharif

Terkait program pemberdayaan dan kewirausahaan masyarakat, Sharif mengungkapkan KKP mempunyai berbagai program yang dapat dimanfaatkan masyarakat perikanan. Di antaranya, Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN), Pengembangan Usaha Mina Perdesaan (PUMP) serta Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan. Untuk pembanguan pesisir, KKP telah menggulirkan Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) serta Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Sedangkan untuk pengembangan sarana dan prasarana,KKP telah menggulirkan bantuan kapal perikanan, pengembangan dan rehabilitasi pelabuhan perikanan, rehabilitasi Balai Benih Ikan Pantai (BBIP), pengadaan paket peralatan sistem rantai dingin serta pengembangan sistem perbenihan ikan.

“KKP juga memberikan dukungan tenaga penyuluh perikanan yang ditempatkan di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” ujar Sharif.

Potensi Besar

Sharif juga menjelaskan, Indonesia memiliki potensi sangat besar di sektor kelautan dan perikanan, dan dapat diandalkan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Potensi ekonomi kelautan dan perikanan Indonesia diperkirakan mencapai 1,2 triliun dolar AS per tahun, atau setara dengan 10 kali APBN 2012.

Namun demikian, potensi yang dikelola diperkirakan masih kurang dari 10 persen. Bahkan menurut studi Mc Kinsey Global Institute, diproyeksikan ekonomi Indonesia akan menjadi yang terbesar ke-7 dunia pada 2030. “Menurut Mc Kinsey, 4 sektor yang menjadi penopang utama ekonomi Indonesia ke depan adalah sumber daya, hasil pertanian, perikanan, dan jasa. Bahkan sektor jasa, konsumen, pertanian dan perikanan, serta sumber daya alam diperkirakan tumbuh pesat lebih dari 1,8 triliun dollar AS,” jelas Sharif.

Sharif juga menambahkan, KKP telah merumuskan dan melaksanakan berbagai kebijakan dan program. Tujuan utamanya diantaranya untuk, meningkatkan daya saing perikanan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, dan nilai tambah produk, serta meningkatkan pengawasan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dan ketertelusuran (traceability) produk hasil perikanan dan jaminan ketersediaan bahan baku ikan untuk konsumsi dan industri.

Tujuan lain adalah mengembangkan sumber daya manusia kelautan dan perikanan, meningkatkan penguatan iptek kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan, petambak garam, dan masyarakat pesisir lainnya.

Menurut Sharif, industrialisasi pada hakikatnya adalah peningkatan nilai tambah, sedangkan ekonomi biru melengkapinya melalui pelaksanaan prinsip-prinsip pembangunan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, nilai ekonomi sektor kelautan dan perikanan akan tergarap optimal dan di sisi lain daya dukung lingkungan dapat terjaga keberlanjutannya. Namun pembangunan masih dihadapkan pada ragam kendala dan tantangan. Diantaranya, masih adanya kemiskinan, keterbatasan akses permodalan, konflik antar pelaku usaha, keterbatasan penguasaan teknologi, degradasi lingkungan pesisir dan lautan serta terjadinya perubahan iklim. (Efrimal Bahri/mar)

http://news.liputan6.com

Posted by: himafarin | 8th Mar, 2013

Ada Apa Sih Dikegiatan Fisherman Friend 2013?

FISHERMAN FRIEND

 

             Merupakan kegiatan turun lapang mahasiswa/i Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (HIMAFARIN) Institut Pertanian Bogor, dalam rangka mengetahui potensi perikanan tangkap disuatu daerah pesisir, pola hidup nelayan, menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir, memberikan pendidikan lingkungan hidup usia dini, dan bakti sosial kepada masyarakat.

Mariteam Expedition II

Tanggal        :     20-21 April 2013

Tempat        :     Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi

Deskripsi    :     Kegiatan penelitian ilmiah mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat nelayan

Luaran        :     Buku Laporan Ilmiah, Foto Dokumentasi, Film Dokumenter

 

Pendidikan Lingkungan Hidup

Tanggal          :      29 Maret dan 20-21 April 2013

Tempat          :      SDN Babakan Darmaga 3  , Bogor dan SDN Pajagan , Kecamatan Cisolok

Deskripsi    :   Merupakan kegiatan pengenalan pentingnya ekosistem pesisir dan bagaimana cara menjaga kelestariannya, melalui berbagai kegiatan aksi edukasi seperti: Pembagian buku konservasi pesisir, sosialisasi, pembuatan kotak sampah “peduli lingkungan pesisir” dan lomba-lomba bertemakan konservasi ekosistem persisir.

 

Coastal Clean up

Tanggal            :      20 April 2013

Tempat            :      Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi

Deskripsi        :       Merupakan kegiatan membersihkan pantai dan lingkungan pesisir

 

Bakti Sosial

Tanggal            :      20 April 2013

Tempat            :      Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Sukabumi

Deskripsi        :      Merupakan kegiatan sosial berupa pemberian sembako kepada masyarakat Desa Cikahuripan

 

FISHERMAN FRIEND

“Bersama Membantu Nelayan, Kita Peduli, Kita Berbagi”

  Read More…

Posted by: himafarin | 8th Mar, 2013

Himafarin Night 2013

Asslamualaikum,,
Selamat malam Bapak/Ibu Dosen, para Alumni, dan kaka-kaka senior PSP…
diberitahukan saat ini HIMAFARIN akan mengadakan acara “Himafarin Night 2013” dengan tema “Malam Kemilau PSP”.
Acara ini akan dilaksanakan pada:
hari / tanggal : Sabtu / 16 Maret 2013
waktu : 19.00-22.00 WIB
tempat : Koridor A1 (Lintang FPIK)
dengan menggunakan dresscode colorfull semiformal (No T-shirt and Sandal). Namun dresscode ini diharapkan tidak menjadikan hambatan bagi kaka” untuk datang di acara Himnight kali ini. Dresscode yang di maksud yaitu pakaian semiformal menggunakan warna bebas/apa saja (tidak ditentukan) dan tidak harus berwarna-warni. Yang kami harapkan bukanlah pakaiannya saja melainkan kedatangan Bapak/Ibu Dosen, para Alumni, kaka-kaka senior sekalian,
di dalam acara ini terdapat pula sebuah sesi acara penting yaitu “Malam Amal PSP”, dimana diharapkan kepada para undangan (Bapak/Ibu Dosen, para Alumni, dan kaka-kaka senior PSP) yg dtg dapat memberikan sedikit rezekinya yang nanti akan dihibahkan ke acara HIMAFARIN berikutnya yaitu “Fisherman Friend” guna kegiatan Bakti sosial
Untuk itu kami bermaksud mengundang kakak-kakak PSP untuk bersedia hadir pada acara tersebut.
di mohon kepada kaka sekalian untuk menginformasikan kpd teman2 seangkatan kakak..

terimakasih
Wasslmualaikum wr.wb

-HUMAS HIMNIGHT 2013-
NB: bagi kk2 yang ingin mengisi acara bisa menghubungi cp dibawah ini, (knfirmasi ditunggu hingga hari selasa 12Maret)
cp : Audie (08999801992)
Yowan (085691586336)

Posted by: himafarin | 23rd Jan, 2013

Formulir Pendaftaran Pengurus Himafarin 2013

Silahkan membuka link di bawah ini untuk pendaftaran pengurus Himafarin 2013 (khusus mahasiswa PSP angkatan 48)

https://docs.google.com/spreadsheet/embeddedform?formkey=dFhaV1QxVXFKNGVjNm9XMGNBVWZFckE6MQ

Posted by: himafarin | 3rd Jan, 2013

Rumput Laut Cocok untuk Blue Economy

JAKARTA-Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menyatakan rumput laut merupakan komoditas yang cocok untuk dijadikan objek penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) di sektor kelautan guna meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Itu karena rumput laut mampu memberikan banyak manfaat dari sisi hulu maupun hilir.Ketua Umum ARLI Safari Azis mengatakan, komoditas rumput laut bisa dimanfaatkan mulai dari penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat yang tinggal di daerah pantai, merupakan bahan baku dari berbagai industri pangan, farmasi, kesehatan, kosmetik, pupuk cair dan berbagai prospek lainnya. “Ini menjadikan rumput laut sebagai salah satu komoditas blue economy di Indonesia,”kata dia dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (2/1).

Safari mencontohkan, ARLI bersama-sama Kelompok Tani Rumput Laut Bali sebagai para pelaku usaha yang melakukan pembibitan dan pembudidayaan rumput laut di Bali akan mengembangkan pemasaran rumput laut yang lebih luas dalam jumlah yang lebih besar dengan kualitas standar dengan memanfaatkan kemampuan dan jaringan ARLI. Kerja sama pemasaran termasuk pengembangan dan pembinaan itu sebagai bagian dan upaya untuk menjadikan rumput laut sebagai salah satu sumber mata pencaharian utama penduduk Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali.

Sebagai bagian dari blue economy, kata Safari, ARLI mengusulkan adanya sinergi antara komoditas rumput laut untuk mendukung sektor pariwisata dengan menelurkan gagasan Minawisata atau Fishery Ecotourism yang menjadikan aktivitas budidaya rumput laut sebagai kegiatan wisata. Proses kehidupan masyarakat pembudidaya rumput laut dalam kesehariannya menjadi kekayaan wisata yang unik dan ditata sedemikian rupa sehingga tidak dianggap sebagai bidang yang bertentangan atau saling mengeliminasi tetapi menjadi sebuah kesatuan utuh yang saling menguntungkan.

Sumber: INVESTOR DAILY Tanggal 3 Januari 2013 Hal.7

Older Posts »

Categories