PRESS RELEASE KEGIATAN EKSPEDISI FISHERMAN FRIEND (EFF) 2017

1505277775242

 

Ekspedisi Fisherman Friend 2017 adalah kegiatan turun lapang mahasiswa/i Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (HIMAFARIN) Institut Pertanian Bogor, dalam rangka mengetahui potensi perikanan tangkap disuatu daerah pesisir, pola hidup nelayan, menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir, memberikan pendidikan lingkungan hidup usia dini, dan bakti sosial kepada masyarakat.

Kegiatan Ekspedisi Fisherman Friend 2017 dilaksanakan pada tanggal 17-23 Agustus 2017 di Pulau Giliraja, Desa Djate, Madura, Jawa Timur telah diikuti oleh ±150 peserta mulai dari mahasiswa Pemanfaaatan Sumberdaya Perikanan, siswa-siswi SD dan MI di sekitar wilayah Desa Djate, dan masyarakat setempat. Kegiatan Ekspedisi ini terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu Research Development, Fisheries Education, dan Social Economic.

Kegiatan Fisheries Education ini terdiri dari kegiatan Mengajar di SDN Jate pada tanggal 19 Agustus 2017, dan penyuluhan pembuatan hasil olahan ikan berupa Nugget Ikan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2017. Kegiatan mengajar di SDN Jate mendapat dukungan positif dari berbagai pihak sekolah, yakni guru, orang tua siswa, dan antusias dari siswa. Kegiatan mengajar tersebut memberikan motivasi kepada siswa terhadap sebuah impian harapan di masa depan serta permainan edukatif.

Kegiatan penyuluhan pembuatan hasil olahan ikan berupa Nugget Ikan diadakan di wilayah sekitar desa Jate dengan demo masak secara langsung dengan ibu rumah tangga, dan memberikan informasi cara pembuatan nugget ikan yang bernilai ekonomis dan sehat ke pemukiman warga sekitar desa. Kegiatan mengajar juga dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2017 di Madrasah As-Salam dengan diikuti oleh 70 siswa.

Kegiatan Research Development adalah mahasiswa/i melakukan trip dengan nelayan handline di Pulau Giliraja. Hasil trip tersebut bahwa kapal yang digunakan oleh nelayan handline adalah kapal payang. Setiap kapal biasanya terdiri dari tiga orang nelayan. Kapal berukuran LOA 5m, Lebar 2 m,  Tinggi 1 m. Mesin kapal sekitar 850 cc. Dalam satu kali trip kapal membutuhkan solar 10-15 liter. Penentuan fishing ground masih sangat sederhana, hanya mengandalkan perkiraan nelayan, melihat hasil tangkapan nelayan lain yang beroperasi, atau dengan melihat burung-burung yang terbang diatas laut. Handline yang digunakan adalah seuntai benang dengan 2-3 mata pancing berukuran kecil. Hasil tangkapan yang diperoleh nelayan diantaranya ikan kerong-kerong, jenggala, kurisi, sliwang, penganti, dan lainnya. Harga ikan saat itu cukup tinggi, sekitar Rp 40.000/kg.

Nelayan di Pulau Giliraja rata-rata hanya beroperasi dari pagi sampai siang. Hasil tangkapan dijual di pasar setempat atau pengepul. Jika hasil tangkapan hanya sedikit, dikonsumsi sendiri oleh nelayan. Pulau tersebut tidak memiliki Tempat Pelelangan Ikan atau pelabuhan perikanan. Sebagian warga pada sore hari mencari kerang-kerangan di pantai yang surut atau memancing di tubir pantai.

Kegiatan Social Economic adalah kegiatan pengkajian karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat nelayan dengan melakukan wawancara kepada beberapa nelayan di Pulau Giliraja dan melakukan Focus Group Discussion. Salah satunnya yaitu bapak Subahri yang merupakan nelayan sekaligus pengepul telah lama melakukan usahanya itu di Desa Jate, Pulau Giliraja, Madura. Beliau telah menjadi langganan 20 nelayan pancing dan beberapa nelayan jaring yang ingin menjual hasil tangkapannya. Ikan hasil tangkapannya meliputi ikan dorang, ikan bering, kakap, cumi, rajungan, udang dan ikan teri. Beliau memperoleh untung dengan menaikan harga jual ikan dari nelayan yang telah di distribusikan ke luar pulau seperti ke Madura dan Surabaya. Saat sedang musim ikan  antara bualan Mei-Juli biasanya Pak Subahri dapat mendistribusikan ikan hingga 2 ton/2 hari. Namun saat sedang tidak musim hanya 20-50 ton/2 hari.

Nelayan setempat dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya dari penghasilan melautnya. Mayoritas nelayan di desa Jate di dominasi oleh usia dewasa hingga tua. Pak Juheri dan Pak Miswar merupakan salah satu nelayan dengan alat tangkap payang. Dalam satu armada alat tangkap payang biasa di operasikan oleh 5-6 orang. Hasil tangkapan yang di dapat pada bulan Agustus 2017 rata-rata 10 kg sampai 1 kuintal dengan range harga Rp 20.000- Rp 22.000/kg dengan hasil tangkapan utama ikan teri.

Biaya investasi awal yang di keluarkan oleh nelayan payang berkisar Rp 35.000.000- Rp 40.000.000 untuk kapal, mesin , dan alat tangkap. Sistem pembagian hasil pemilik kapal dengan ABK lain sebesar 40% dan 60%. Sebagian besar mata pencaharian warga di desa Jate adalah nelayan utama maka saat musim barat sebagian besar menganggur.

1505277776844

1505277779002

1505277781048

1505277782742

 

Share/Bookmark
Categories: Fisherman News | Leave a comment

FESTANAS 2017’s COMIN

810172⚓ [FESTANAS 2017’s COMIN]

⚓ Hello guyz!!!
Tau kan kalo HIMAFARIN-IPB (Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan) punya acara FESTANAS 2017 (Festival Perikanan Tangkap Nasional) yg sebentar lagi dilaksanain ?

Tentu tau dongz, apalagi yg udah lama mantengin OA kitaaa!

Buat kalian yg udah lama nungguin timeline lomba²nya dan berniat mengikuti lomba² tersebut, kita bakal ngasih tau Timeline Pendaftaran dan Persyaratannya loh guyz!! Berikut timeline pendaftarannya. Jangan lupa catat waktunya yak~

Lomba-lomba menarik yang bisa kalian ikuti diantaranya :
Fotografi ✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengumpulan Karya = 15 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017 Cerita Inspiratif
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengiriman Naskah = 15 Oktober 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017 Debat
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 18 November 2017 Speech Contest
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 18 November 2017 ⛵ Desain Alat Tangkap
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengumpulan Karya = 8 November 2017
✔ Presentasi Hasil Karya = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017 Lomba Cepat-Tepat Perikanan Tangkap
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 11 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017

Yuuuk guyz tunggu apa lagi. Jangan sampai ketinggalan infonya yaaak ~
Jangan lupa juga selalu pantengin akun sosmed kita di :
Line : @wgz5652
Ig : @festanas_psp
Email : festanaspspipb@gmail.com

#KuyJoinFESTANAS2017
#FestivalPerikananTangkapNasional2017
#HIMAFARIN
#KabinetHUHATE

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment

FESTANAS 2017

myhome⚓ [HotNews FESTANAS 2017] ⚓

AKHIRNYA YANG DITUNGGU TUNGGU DATANG JUGA
Dalam beberapa waktu kedepan kami FESTANAS 2017 (Festival Perikanan Tangkap Nasional) akan memberikan informasi mengenai perlombaan

Tentu tidak sabar dong! Apalagi yang sudah lama mantengin OA dan IG kami!

Buat kalian yg udah lama nungguin timeline lomba²nya dan berniat mengikuti lomba² tersebut, kita bakal ngasih tau Timeline Pendaftaran dan Persyaratannya loh guyz!!

Berikut timeline pendaftarannya. Jangan lupa catat waktunya yak~

Lomba-lomba menarik yang bisa kalian ikuti diantaranya :
Fotografi
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengumpulan Karya = 15 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017

Cerita Inspiratif
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengiriman Naskah = 15 Oktober 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017

Debat
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 18 November 2017

  Speech Contest
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 18 November 2017

⛵ Desain Alat Tangkap
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengumpulan Karya = 8 November 2017
✔ Presentasi Hasil Karya = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017

Lomba Cepat-Tepat Perikanan Tangkap
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 11 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017

Yuuuk guyz tunggu apa lagi. Jangan sampai ketinggalan infonya yaaak ~
Jangan lupa juga selalu pantengin akun sosmed kita di :
Line : @wgz5652
Ig : @festanas_psp
Email : festanaspspipb@gmail.com

#KuyJoinFESTANAS2017
#FestivalPerikananTangkapNasional2017
#HIMAFARIN
#KabinetHUHATE

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment

PSP Goes To PIMNAS

CONGRATULATIONS 1

Congratulation Selamat atas prestasi membanggakan:
.
Danang Kuntoro Wedi
Novia Putri Sari
Tyas Putri Jayanti
Cahya Sutardi
Irfan Syauqi
Shidiq Lanang Prasetyo
.
sebagai:
Perwakilan Mahasiswa IPB dalam PIMNAS 2017 dengan sub PKM: PKM-M (“JANTRA” dan “Saung Laskar Halimun”)
Selamat berjuang dan semoga diberikan hasil yang terbaik.
.
#Huhate
#PSPGoesToPIMNAS
#PIMNAS2017
.
Himafarin IPB 2017
@himafarin_IPB
http://himafarin.lk.ipb.ac.id

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment

SILATURAHMI DAN BUKA BERSAMA CIVITAS PSP

1497499129873

[PRESS RELEASE SILATURAHMI DAN BUKA BERSAMA CIVITAS PSP]

Telah dilaksanakan silaturahmi dan buka bersama telah dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2017 di Auditorium Sumardi Sastrakusuma FPIK IPB dengan bertemakan ‘KURMA’ yaitu Kebersamaan Untuk Ramadhan Penuh Hikmah.

Silaturahmi dan buka bersama PSP di hadiri oleh PSP angkatan 50,51,52,53 dan juga dosen PSP yaitu, Dr. Ir. Budhi Hascaryo Iskandar, M.Si , Dr. Iin Solihin S.Pi, M.SI , Dr. Mochammad Riyanto S.Pi, M.Si , Dr. Ir. Zulkarnain M.Si

Sambutan pertama di sampaikan oleh Ketua Pelaksana yaitu M. Iqbal Nashrudin dan sambutan kedua oleh Regi Darmawan selaku Ketua HIMAFARIN 2017. Kemudian dilanjutkan pemamparan materi Ramadhan oleh bapak Dr. Iin Solihin S.Pi, M.Si

Setelah itu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib berjama’ah. Acara ditutup pada pukul 19.00

1497499132650

1497499135053

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment

coming soon web

FESTANAS

Read more »

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment

Ikan Terkecil Di Dunia

IMG_4407

Paedocypris progenetica adalah sejenis ikan dari genus Paedocypris yang dilaporkan sebagai ikan terkecil di dunia. Spesies ini termasuk juga sebagai organisme bertulang belakang terkecil di dunia, hingga Januari 2012 ketika ditemukannya organisme yang lebih pendek, sejenis katak yang dinamai Paedophryne amauensis. Ikan jenis ini hidup di daerah rawa-rawa tanah gambut di pulau Sumatra dan Bintan, Indonesia. Pada usia dewasa, Paedocypris progenetica memiliki panjang rata-rata 7,9 mm. Panjang maksimum betina 10.3 mm (0.41 inch), sedangkan panjang maksimum jantan 9.8 mm (0.39 inch).
Ikan ini hidup dengan mengunyah plankton di dekat dasar rawa, dan karena ukurannya yang kecil, dapat tetap bertahan hidup ketika daerah tempat tinggalnya dilanda kekeringan dengan berlindung di genangan air terdangkal di rawa-rawa. Otak Paedocypris progenetica tidak dilindungi oleh tengkorak kepala, dan betinanya hanya mampu menghasilkan beberapa butir telur. Saat ini kehidupan Paedocypris progenetica terancam akibat dirusaknya habitat mereka oleh tindakan manusia.
———–
“We Want You To Be One Of Us To Help The Fisherman And To Feed The Hungry World”
Departemen Pengembangan dan Keprofesian
Himafarin IPB 2017
Kabinet Huhate
@himafarinipb
himafarin.lk.ipb.ac.id

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment

Ikan Terbesar Di Dunia

      IMG_4408

Hiu Paus atau Cucut geger lintang (Rhincodon typus) merupakan jenis ikan terbesar yang masih hidup di dunia. Cucut ini adalah satu-satunya anggota dari marga Rhincodon dan suku Rhincodontidae (disebut Rhiniodon dan Rhinodontidae sebelum 1984), termasuk subkelas Elasmobranchii pada kelas Chondrichthyes. Geger lintang mulai dikenal dunia ilmu pengetahuan pada April 1828, ketika seekor ikan dari jenis ini terkena harpun di Afrika Selatan. Spesimen sepanjang 4.6 meter (15.1 ft) itu kemudian dideskripsi pada tahun berikutnya oleh Andrew Smith, seorang dokter tentara dan ahli zoologi yang tinggal di Cape Town.  Ukuran rata-rata ikan dewasa diperkirakan sekitar 9.7 meter (31.8 ft) dan seberat 9 ton. Hiu paus memiliki mulut yang berukuran besar, hingga selebar 1.5 meter (4.9 ft) yang berisikan 10 lembaran penyaring dan sekitar 300 hingga 350 deret gigi kecil-kecil. Cucut geger lintang merupakan salah satu dari tiga spesies cucut, yang diketahui makan dengan cara pasif, yaitu dengan membuka mulutnya lebar-lebar dan menyaring air laut. Makanannya di antaranya ialah plankton, krill, larva kepiting pantai, makro alga, serta hewan-hewan kecil nektonik seperti cumi-cumi atau vertebrata kecil. Ikan ini termasuk golongan ikan yang tidak berbahaya bagi manusia.
———–
“We Want You To Be One Of Us To Help The Fisherman And To Feed The Hungry World”
Departemen Pengembangan dan Keprofesian
Himafarin IPB 2017
Kabinet Huhate
@himafarinipb
himafarin.lk.ipb.ac.id

Categories: Fisherman Edu | Leave a comment

S__20521017

[PKM-M PSP]

“Saung Laskar Halimun” Program Kolaborasi Mahasiswa IPB dengan Masyarakat Malasari Guna Melestarikan Seni Budaya Lokal

Senin (17/4), telah dilaksanakan acara Grand Opening Saung Laskar Halimun yang bertempat di SDN Malasari 01, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Acara Grand Opening yang dihadiri oleh Sekretaris Desa Malasari, Ketua komite sekolah, Kepala Sekolah SDN Malasari 01 dan staff jajarannya, Penggiat kesenian setempat, Pengelola Pariwisata Desa Malasari, Ketua RT, Kepala Dusun, Tokoh Masyarakat, Warga setempat, Siswa SD Malasari, Dosen pembimbing, dan juga Presiden Mahasiswa beserta Menteri Pendidikan, Keilmuan dan Prestasi BEM KM IPB 2016/2017 ini dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat. Saung Laskar Halimun merupakan suatu Program Kreativitas Mahasiswa yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat, diamanahkan dan juga didanai langsung oleh Kemristekdikti yang berfokus pada regenerasi dalam upaya pelestarian seni budaya dengan kearifan lokal yang ada di salah satu desa terpencil dan terluar di Kabupaten Bogor, yaitu Desa Malasari. Regenerasi budaya yang dimaksud di sini adalah regenerasi kebudayaan seni Degung (Laskar Degung) dan juga seni tari (Laskar Tari).

“Berawal dari kegiatan pengabdian mengajar di desa Malasari selama 3 minggu pada bulan Agustus 2016 kemarin bersama organisasi IPB Mengajar, kami sambil mengamati permasalahan yang ada di desa, salah satu poin yang kami catat adalah kebudayaan lokalnya. Bisa dibilang cukup miris, potensi kebudayaan yang begitu besar ini tidak dibarengi dengan pelestarian dan regenerasi, padahal Malasari merupakan desa wisata dan desa sejarah sebagai awal pembentukan kabupaten Bogor. Kami tidak ingin kebudayaan disini hilang, maka dari itu saya dan teman-teman dari IPB ingin sekali melestarikan kebudayaan desa ini. Jika kebudayaan Malasari terjaga, promosi ditingkatkan, pariwisata dikembangkan, insyaAllah pendapatan asli daerah juga ikut meningkat. Masyarakat pun juga insyaAllah semakin sejahtera. Kami memohon bantuan dari semua masyarakat desa untuk saling membantu dalam kegiatan ini”, sambutan ketua pelaksana PKM Saung Laskar Halimun (Shidiq Lanang Prasetiyo).

Dalam kesempatan ini pula Presiden Mahasiswa BEM KM IPB 2016/2017 (Panji Laksono) juga menuturkan dalam sambutannya bahwa “kebudayaan merupakan sebuah identitas suatu daerah yang tidak boleh hilang di tengah masyarakat” serta beliau menjelaskan tentang peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat terutama pelestarian seni budaya.

Dosen Pembimbing PKM Saung Laskar Halimun (Ibu Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi) menjelaskan tentang arti pentingnya suatu kebudayaan, dosen muda yang pernah merasakan pendidikan di Jepang ini juga sempat menceritakan tentang kebudayaan disana, “di Jepang, terkenal dengan teknologi dan perkembangan jamannya yang semakin canggih, namun herannya kebudayaan mereka masih dipegang teguh, tidak terganti atau terhapus oleh kebudayaan asing. Mereka sangat melestarikan kebudayaannya.”

Bapak Yoyok, selaku Ketua Komite sekolah di dalam sambutannya mengatakan bahwa, “Kegiatan ini sangatlah bagus, insyaAllah nanti akan kami usulkan untuk menjadi ekstrakurikuler, bukan untuk kelas VI saja tetapi dimulai dari kelas IV sampai kelas VI supaya regenerasi mulai dilakukan sejak kelas IV.”

Target peserta untuk Saung Laskar Halimun ini adalah anak-anak SD dan SMP yang ada di Desa Malasari, namun tidak menutup kemungkinan peserta juga ada yang datang dari para pemuda dan orang tua sebagai bentuk partisipasi dalam pelestarian seni budaya Malasari. Bapak sekretaris desa, Sukandar juga menambahkan bahwa beliau dan jajaran staff pengurus desa bersedia dan siap untuk ikut andil dalam mengikuti program ini.
“Saya sudah memberitahukan ke seluruh perangkat desa dan mereka menyatakan mendukung penuh, siap, dan bersedia untuk ikut dalam program ini”, terangnya.
Puncak dari Grand Opening ini ditandai dengan penyerahan angklung oleh ketua pelaksana PKM Saung Laskar Halimun kepada Sekretaris Desa Malasari dan pembunyian angklung secara bersama-sama sebagai bentuk simbolis dibukanya program Saung Laskar Halimun serta serah-terima pemberian bantuan alat musik berupa angklung, calung, kecapi, dan kendang sebagai fasilitas untuk mempermudah masyarakat dalam latihan seni.

Setelah penyerahan angklung, acara diakhiri dengan penampilan permainan angklung yang dimainkan oleh murid kelas VI SDN Malasari 01.
“Kami berharap anak-anak dan warga Desa Malasari semakin semangat dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan milik kita sendiri. Kami juga berterimakasih banyak kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pengadaan dan berjalannya program yang positif ini”, imbuh pak Sukandar.
———————————————-
“We want you to be want of us to help the fisherman and to feed the hungry world”

#PSPGOESTOPIMNAS
———
Departemen Pengembangan Keprofesian
Kabinet Huhate
Himafarin IPB 2017
@himafarinipb

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment

Talk Show Perikanan Tangkap di UNDIP

17931930_1916333151945233_278795166226055168_n

[PRESS RELEASE]

-15/04/2017-

Perwakilan Delegasi FPIK IPB yang dihadiri Regi Darmawan dan Fajar Dwi A mengikuti acara Talk Show Perikanan Tangkap yang dilaksanakan di Universitas Diponegoro. Talk show ini bertemakan “Sumberdaya Laut Terjaga, Nelayan Sejahtera”. Pembicara terdiri dari :

Pembicara sesi 1 :
1. Ir. Wahid M.Si (kepala BBPI Semarang)
2. Imron Rosyidi S.Pi , M.App.Sc (Kasubdit Permesinan dan Operasional Kapal Perikanan Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan)
3. Ir. Sakina Rosellasari M.Si , M.Sc (Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah)

Pembicara sesi 2 :
1. Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro M.Sc (guru besar FPIK IPB)
2. Rahmad Handoyo S.Pi M.M ( komisi iv DPR RI)
3. Djoemali (perwakilan himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) )
Hasil talk show mengenai pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang dikarenakan alat tangkap tersebut tidak ramah lingkungan, dari 100% hasil tangkapan hanya 40% yang dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis sedangkan 60% lainnya tidak bernilai ekonomis. Oleh karena itu perlu adanya alat tangkap alternatif lain yang lebih selektif yakni gillnet, pancing dll. Namun disisi lain, dengan adanya pelarangan alat tangkap cantrang banyak nelayan kecil yang mengalami kesulitan karena tidak dapat menangkap ikan dengan alat tangkap cantrang.

Beberapa solusi didapatkan yakni dengan adanya alat tangkap pengganti, mata pencaharian alternatif, dan segi manajemen yang perlu diperhatikan dalam menjaga sumber daya laut. Peraturan dan hukum harus tetap dilaksanakan serta kedaulatan harus ditegakkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Jayalah Perikanan Berkelanjutan!

#SeminarFPIKUndip
#KerjaNyataMeraihCita
#BeBraveBeRight
#Himafarin
#HUHATE
#Cfpik

@himafarinipb
@himadepta_undip
@fpik_ipb
http://himafarin.lk.ipb.ac.id

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment