Posted by: himafarin | 14th Sep, 2014

Kementerian KKP Kabinet Jokowi-JK

n

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA - Tim Transisi kini membahas opsi pembentukan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Maritim. Penambahan nama maritim untuk memperkuat Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menyukseskan visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam membangun sektor kelautan.

“Saat ini memang ada opsi memperkuat Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Menko (Menteri Koordinator). Tapi jangan tambah Menko. Jadi Menko perekonomian plus maritim,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Maritim Rokhmin Dahuri dalam diskusi Dialog Maritim bertajuk ‘Arah dan Strategi Kelembagaan Maritim yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (ISLA-Unhas), di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat (12/9).

Dahuri menjelaskan selain memperkuat visi-misi Jokowi-JK dengan menyelesaikan berbagai masalah pelik di bidang maritim mulai dari transportasi hingga pangan, tidak adanya penambahan Kemenko juga ingin terjadi perampingan di kabinet Jokowi-JK.

“Cuma opsi pertama itu KKP (Kementerian Kelautan Perikanan) diperkuat dengan nambah tupoksi baru. Jadi biotekbologi, pengelolaan migas di kelautan masuk KKP. Jadi direktorat ruang dan pesisir satu direktorat saja jadi direktorat kawasan terpadu. Yang lain ada industri kelautan terbarukan. Kita ingin perampingan, bukan di kementerian tapi di direktorat,” sambung Rokhmin.

Rokhmin membeberkan memang saat ini Jokowi-JK menjadikan maritim sebagai salah satu prioritas dalam pemerintahan 5 tahun ke depan. Sebab, Jokowi melihat banyak masalah kenegaraan timbul khusus di sektor ini mulai dari kemiskinan, infrastruktur hingga transportasi. “Jadi jangan kayak macan ompong seperti sekarang,” tambah dia.

Menurut dia, saat ini banyak di problem di kelautan karena sumberdaya manusia yang kurang unggul. Kecelakaan kapal laut, kemudian 640 ribu kapal yang mayoritas kurang modern dan kurang berkontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat. Diharapkan perkuatan kelembagaan akan menyelesaikan masalah kelautan saat ini.

“(Menteri) Kelautan Insya Allah profesional dan ahli. Kalau diserahkan bukan ahlinya tunggu kehancurannya,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua ISLA Unhas, Agus Ajar Bantung mengingatkan pentingnya reformasi struktur kelembagaan KKP demi suksesnya pembangunan maritim. Karena itu dia mengingatkan kepada Jokowi-JK untuk melakukan empat langkah dalam reformasi kelembagaan di KKP.

“Pertama membentuk dan memantapkan keberadaan Kementerian Maritim yang bertanggungjawab atas orientasi program pembangunan infrastruktur, tol laut, kegiatan bisnis, industri dan jasa maritim,” katanya.

Kedua, sambung Agus, membentuk lembaga Coast Guard (Koordinasi Keamanan Laut) yang kuat untuk memastikan kedaulatan negara atas wilayah laut. Ketiga, menguatkan posisi kewenangan lembaga yang telah ada, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mengelola sumberdaya alam pesisir dan laut.

Sumber : www.jpnn.com

Posted by: himafarin | 8th May, 2014

Kegiatan Upgrading Himafarin 2014

dUpgrading Himafarin 2014 merupakan sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (Himafarin), IPB. Kegiatan yang bernaung dibawah program kerja Divisi Badan Internal dan Kesekretariatan (BIK) ini berupa pembekalan untuk menambah wawasan tentang organisasi kepada seluruh pengurus Himafarin serta menciptakan jiwa kepemimpinan, rasa kekeluargaan dan kepedulian antar anggota.

IMG_4287  IMG_4328

Kegiatan upgrading ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 03 Mei 2014 bertempat di Ruang Seminar FPIK dan hari Minggu tanggal 04 Mei 2014 bertempat di lingkungan sekitar kampus IPB. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut memiliki tujuan antara lain :

  1. Meningkatkan kemampuan berorganisasi pengurus dan anggota Himafarin
  2. Meningkatkan kebersamaan antar pengurus Himafarin dalam berorganisasi
  3. Meningkatkan komitmen dan tanggung jawab dalam diri pengurus dan anggota Himafarin

 

1507764_777117832321879_6285755107329766810_n

Kegiatan Upgrading Himafarin 2014 yang bertemakan “Meningkatkan Kualitas Pengurus Himafarin dalam Pengembangan Hardskill dan Softskill” ini diharapkan dapat memberikan luaran atau manfaat berupa adanya pengembangan kemampuan organisasi melalui jalinan kerjasama antar pengurus dan anggota Himafarin, serta menciptakan jiwa-jiwa kepemimpinan berdasarkan komitmen dan tanggung jawab dalam diri pengurus dan anggota Himafarin sesuai dengan tema kegiatan yang ditentukan.

 

 

 

 

Jangan Lupa tinggalkan Pesan.. :)!!!

 

Posted by: himafarin | 5th May, 2014

Pembukaan OMI 2014 Gymnasium IPB

Assalamualaikum wr wb…

Halo semuanya… Nah Kali ini Kita mau update nih, Berita terbaru terkait penyelenggaraan Olimpiade Mahasiswa IPB (OMI) 2014 yang pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 3 Mei kemarin, dalam Perayaan Pembukaan tersebut seluruh Mahasiswa dari FPIK yang tergabung dalam Pasukan “POSSEIDON” sebagai pendukung/suporter dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan begitu sangat antusias dalam menunjukan Penampilan mereka untuk mendukung fakultas kita tercinta. Mulai dari pertunjukan Yel-yel POSSEIDON, sampai dengan hentakan-hentakan Jargon FPIK yang membuat Gedung Gymnasium bergoncang bergelora… (Hahaha Lebay banget). Walaupun Acara OMI ini merupakan rangkaian yang melibatkan seluruh perwakilan Fakultas yang ada di IPB, akan tetapi seluruh ABK PSP tidak hanya diam dalam memberikan Kontribusinya untuk membela FPIK tercinta, bahkan menurut kita nih, Departemen PSP yang cukup mendominasi dalam mengkoordinir para civitas FPIK dalam rangkaian Pembukaan OMI 2014 kemarin.

Mau tahu, bagaimana keberlangsungan rangkaian Pembukaan OMI 2014 kemarin,.? Yuk kita simak satu persatu foto-fotonya :

Ini nih Logo POSSEIDON tahun ini yang memberikan kesan menakutkan bagi fakultas-fakultas yang lain..

10276025_523410287760678_5354120314826724217_n

Tetap dalam “Satu Komando Satu Perikanan Ilmu Kelautan” yang merupakan bunyi dari JANGKAR FPIK BIRU..!!!

Dalam acara pembukaan OMI tersebut juga dihadiri oleh Perwakilan Pejabat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI yang seharusnya dihadiri Bapak Roy Suryo, akan tetapi Beliau tidak dapat hadir dikarenakan ada Acara lain.

100_2098

Peresmian Pembukaan OMI 2014 oleh Perwakilan Menteri Pemuda dan Olahraga RI

Ada juga Foto-foto dari Aksi para Suporter FPIK :

100_2121

 

100_2053

100_2052

100_2035

100_2080

Maskot Supporter FPIK

Selain itu, ada juga nih beberapa Keluarga PSP kita yang mengambil peran dalam pembukaan OMI 2014 kemarin. Diantaranya :

Dalam pembukaan OMI 2014 kemarin, yang menjadi Jendral Kontingen FPIK merupakan mahasiswa dari civitas PSP yaitu Eman Samuel M (PSP48) yang  menjadi ketua dalam parade Kontingen FPIK di pembukaan OMI 2014. selain itu kita juga ternyata mempunyai Resimen Mahasiswa yang ikut berperan sebagai Protokol dalam Upacara pembukaan OMI 2014 kemarin, sekaligus mengharumkan nama Departemen PSP di kancah IPB, dia adalah Ratna PSP49, tak hanya Ratna saja loh, ternyata ada juga nih, Nanang Suryana PSP48 yang berperan sebagai Pembaca Doa dalam Pembukaan OMI 2014.

100_2089

Nanti dulu nih, masih ada lagi nih rupanya, Salah satu kakak senior kita, Yuda PSP47 yang namanya cukup tenar di kampus FPIK ternyata juga mampu memberikan suasana semangat bagi para Pendukung Kampus BIRU…

100_2124

Waaah ternyata Departemen PSP kita tidak hanya Eksis dalam kegiatan Internal  saja yaah, Salut dech buat Departemen PSP, semoga Kedepannya departemenPSP bisa membawa nama IPB ke kancah Luar Kampus lagi setelah memberikan Prestasi Juara III dalam Lomba Robot Kapal tak Berawak …

“Jangan Lupa tinggalkan Pesan yaa…”

Posted by: himafarin | 3rd May, 2014

Satu Ekor Pari Manta Dibunuh, Negara Rugi Rp 9,75 Miliar

 

pari

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat populasi spesies pari manta berkurang hingga 58% dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Padahal satu ekor pari manta bisa menyumbang nilai ekonomi kepada negara hingga miliaran rupiah. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo mengungkapkan, pari manta merupakan spesies kharismatik di dunia yang ada di Indonesia.

Sehingga pemerintah berupaya menjaga serta melestarikan keberadaan spesies manta karang dan manta oseanik untuk tujuan wisata bahari. “Daerah tujuan wisata bahari yang sudah berkembang dan minat masyarakat melihat pari manta sangat besar berada di Nusa Penida Bali dan Raja Ampat. Jadi kami ingin protect pari manta,” ujar dia usai Rakornas 2014 di Jakarta, Selasa (28/1/2014).
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau Kecil (KP3K) Sudirman Saad menambahkan, dari laporan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), banyak pari manta ditangkap dan diperjualbelikan untuk dikonsumsi maupun sebagai bahan baku obat.
“Biasanya yang banyak tangkap pari manta para nelayan tradisional. Bukan saja untuk dikonsumsi, tapi juga diambil bagian tubuhnya untuk keperluan industri farmasi. Sehingga kondisi ini membuat populasi pari manta menurun drastis sampai 58% dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” tutur dia.
Sudirman mengakui, satu ekor pari manta dapat menyumbang nilai ekonomi miliaran rupiah dibandingkan jika spesies langka itu dijual untuk kebutuhan konsumsi. Daerah yang menjadi target perburuan pari manta ada di Perairan Nusa Tenggara (Lombok, Lamakera, Lamalera, Alor dan Flores) yang berhasil menangkap 900-1.300 ekor pari manta dalam setahun. “Satu ekor pari manta berkontribusi nilai ekonomi sebesar Rp 9,75 miliar selama hidupnya. Angka ini jauh lebih besar daripada pari manta dijual untuk kebutuhan konsumsi (insang dan daging) yang nilainya Rp 1 juta per ekor,” jelasnya.
Ancaman kepunahan pari manta memang sudah di depan mata. Sebab, lanjutnya, ikan ini hanya mampu menghasilkan satu anakan dalam kurun waktu 3-5 tahun dan baru matang seksual pada usia sekitar 10 tahun. Oleh sebab itu, KKP menetapkan pari manta sebagai ikan yang dilindungi dengan mengacu pada PP No 6 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumberdaya Ikan. “Kami akan sosialisasikan ini terus kepada masyarakat seperti kampanye larangan konsumsi hiu dengan menggandeng duta hiu, salah satunya Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai duta hiu,” tandas Sudirman. (Fik/Nrm) (Nrm)

Posted by: himafarin | 3rd May, 2014

Rancang Rencana Strategis, BPOL Gelar Rakernis 2014

Senin, 07 April 2014

aDengan tujuan mengevaluasi capaian kinerja BPOL dan menyusun rencana strategis di tahun 2015 – 2019, BPOL gelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) selama dua hari, 3-4 April di Santika Siligita, Nusa Dua. Tema Rakernis yang diusung tahun ini adalah “Penguatan Pemanfaatan Hasil Litbang untuk Peningkatan Daya Saing dan Kelestarian Sumderdaya Kelautan dan Perikanan”. Dibuka secara resmi oleh sekretaris Balitbang KP, Dr. Aryo Hanggono, DEA, dalam arahannya tentang “Pengelolaan Sumberdaya Kelautan Untuk Kesejahteraan Bangsa”, beliau berpesan agar pembangunan INDESO dapat dimanfaatkan dengan baik dalam mendukung pembangunan National Marine Data and Information Centre.

Diikuti oleh seluruh pegawai BPOL, beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya dihadirkan untuk memberikan paparan. Narasumber tersebut adalah Ir. Elly Rasdiani Sudibjo, M.Sc, Ph.d dari Dewan Kelautan Indonesia, Hanung Cahyono, SH, LLM dari Biro Hukum dan Organisasi, Ir. Rini Silvianti dari Biro Kepegawaian, Wiwik Wulandari, A.Pi dari Dirjen Perikanan Tangkap, dan Dr. Hendra Yusran Siri, S.Pi, M.S dari Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil.

Dalam diskusi kelompok, peserta dibagi menjadi tiga kelompok yaitu : Rencana program kerja penelitian dan pengembangan BPOL, Rencana program kerja penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia BPOL, Rencana program kerja penguatan dukungan dan pemanfaatan hasil litbang BPOL.

Beberapa hasil dalam rumusan Rakernis yang dibacakan pada akhir acara adalah: pertimbangan proporsi antara penelitian dasar, terapan dan eksperimental (20:40:60), pertimbangan aspek national security dalam kegiatan penelitian BPOL, integrasi kegiatan antar kelompok penelitian dan sinergi dengan unit kerja lingkup Balitbang KP dan Ditjen Teknis KKP,  peningkatan kualitas output penelitian BPOL yang tidak terbatas dalam bentuk data dan informasi, namun juga pada tahap rekomendasi dan pengembangan dengan memperhatikan kebutuhan para pengguna.

Info Terkini

PENGUMUMAN
Nomor : B.293/DJPT.I/TU.21O.DI/I/2O14
TENTANG
Penerimaan Calon Pemantau Kapal Penangkap lkan dan Kapal Pengangkut lkan


Kementerian Kelautan dan Perikanan cq Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap membutuhkan Calon Pemantau Kapal Penangkap lkan dan Kapal Pengangkut lkan
(observer) dengan persyaratan sbb:

a. Warga Negara lndonesia (WNl);
b. Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Non Pegawai Negeri Sipil (NON-PNS);
c. Pendidikan:

  1. Sarjana (S1) atau Diploma lV jurusan perikanan, kelautan, atau biologi;
  2. Diploma lll jurusan perikanan, kelautan, atau biologi dengan pengalaman kerja di laut minimal 1 (satu) tahun; atau
  3. Sekolah Umum Perikanan Menengah (SUPM) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dengan pengalaman kerja di laut minimal 3 (tiga) tahun.

d. Sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dari rumah sakit Pemerintah;
e. Memiliki buku pelaut (seamen book).
f. Bebas Narkoba
g. Laki-laki.
h. Umur maksimal 50 tahun.

Selengkapnya silahkan download file dibawah ini:

1. Tata Cara Pendaftaran Observer 2014

2. Biodata Observer (Lampiran I)

3. Surat Lamaran Observer (Lampiran II)

4. Pengumuman

 

Sumber : kkp.go.id

 

 

 

 

Posted by: himafarin | 28th Apr, 2014

DPM KM IPB 2014

a

Posted by: himafarin | 28th Apr, 2014

Perikanan Tangkap Belum Kantongi MSC

JAKARTA – Saat ini produk perikanan tangkap asal Indonesia belum ada yang mendapatkan sertifikasi internasional The Marine Stewardship Council (MSC), untuk produksi perikanan dengan cara-cara lestari.

Sementara  dua negara Ma­la­dewa dan Vietnam, sudah lebih dahulu mengantongi sertifikat ter­sebut.

‘’Belum ada produk per­ikanan tangkap Indonesia yang mempunyai MSC. Di Asia baru Maladewa untuk produk ikan cakalang de­ngan penangkapan pancing. Lalu ada kerang tang­kapan untuk Viet­nam,’’ ungkap Dirjen Peng­olahan dan Pemasa­ran Hasil Peri­kanan (P2HP) Kementerian Ke­lautan dan Perikanan (KKP), Saut P Huta­galung, di Jakarta, akhir pekan lalu.

MSC adalah sertifikasi ekolabel internasional yang merupakan bagian dari persyaratan pasar ekspor. Kecenderungan persya­ratan ekolabel semakin mening­kat di pasar internasional.

KKP sendiri mengajukan usul­an sejak 2010 untuk mendapatkan pengakuan MSC atas produk pe­rikanan tangkap Indo­nesia yaitu cakalang, rajungan, kerapu, kakap big eye, dan tuna yellow fin. Tetapi hingga kini belum ada satu pun produk yang disertifikasi MSC.

Sangat Penting

Saut menyebut proses sertifikasi berkelas internasional itu cukup sulit dengan tahapan panjang. ‘’Kita masih terus mengajukan dan masih banyak per­sya­ratan yang harus diperbaiki. Belum lagi survei yang mema­kan waktu 6 bulan, baru sertifikat dapat dicetak,’’ kata­nya.

Menurut Saut, sertifikasi MSC sangat penting dan berguna. Se­tidaknya ada 3 manfaat yang dida­pat Indonesia, yaitu produk yang didapat berasal dari cara yang benar, lalu pasar ekspor lebih terbuka, serta harga yang jauh lebih tinggi. Kemu­dian konsumen di luar negeri tidak ragu mengonsumsi produk Indonesia.

Menurut data KKP, pada 2013 nilai ekspor produk per­ikanan tangkap mencapai 4,2 miliar dolar AS, dengan rincian nilai tuna sebesar 764 juta dolar AS, rajungan 359 juta dolar AS, kakap merah sebesar 11,7 juta dolar AS, dan kerapu 29 juta dolar AS.

Pemerintah mengklaim im­por perikanan dari negara-ne­gara ASE­AN bisa dikendalikan atau dikurangi. Selain itu, secara total nilai ekspor perikanan Indonesia ke ASEAN lebih besar daripada impornya.

Dari data P2HP, neraca perdagangan hasil perikanan Indo­nesia ke ASEAN surplus besar 324,61 juta dolar AS pada 2011, lalu pada 2012 sebanyak 493,44 juta dolar AS, dan 2013 mencapai  464,94 juta dolar AS. Hal ini penting bagi Indonesia untuk memasuki Masyarakat Eko­no­mi ASEAN (MEA) 2015.

Saut menambahkan tujuan utama ekspor perikanan Indone­sia ke ASEAN antara lain ke Thailand sebanyak 39%, Viet­nam 22%, Singapura 14% dan Malaysia 13%. Nilai produk utama yang diekspor cakalang beku sebanyak 8,6%, ikan laut /ikan dasar 7,9%, dan tuna kaleng 4,4%.

‘’Terkendalinya impor juga menunjukkan bahwa peningkatan daya saing usaha perikanan perlu terus dilakukan secara konsisten dan terencana, sehingga lebih siap menghadapi persaingan tidak saja di pasar ASEAN juga pasar glo­bal,’’ tegas­nya.(wa-79)

Posted by: himafarin | 24th Apr, 2014

Pelatihan Operasi Penangkapan Ikan ( POPI ) 2014

“Pelatihan Operasi Penangkapan Ikan (POPI) 2014 “

kover proposal POPI makek logo HIMPATINDO

Pemanfaatan sumber daya perikanan khususnya pada perikanan laut (perikanan tangkap) sampai saat ini masih didominasi oleh usaha perikanan rakyat yang umumnya memiliki karakteristik skala usaha kecil, aplikasi teknologi yang sederhana, jangkauan penangkapan yang terbatas di sekitar pantai dan produktifitas yang relatif masih rendah. Tingkat produktivitas suatu alat tangkap dapat diketahui dari jumlah dan komposisi hasil tangkapan alat tangkap tersebut dengan jumlah upaya penangkapan. Rendahnya produktivitas nelayan umumnya diakibatkan oleh rendahnya ketrampilan dan pengetahuan serta penggunaan alat tangkap maupun perahu atau kapal yang masih sederhana sehingga efektifitas dan efisiensi alat tangkap serta penggunaan faktor-faktor produksi lainnya belum optimal.

Sarana dan prasarana dalam kegiatan operasi penangkapan ikan memang harus diperhatikan sehingga operasi penangkapan ikan akan berjalan dengan baik dan memperoleh keuntungan yang banyak. Selain memperhatikan aspek keuntungan yang harus didapatkan nelayan, faktor kelestarian lingkungan pun harus diperhatikan dengan seksama. Bagaimana sumberdaya ikan itu akan terus terjaga sehingga kegiatan operasi penangkapan dapat berkelanjutan. Lingkungan tempat hidup ikan juga harus dijaga kelestariannya sehingga menjadi habitat yang nyaman untuk ikan tumbuh dan berkembang. Kegiatan penangkapan ikan tidak dilakukan dengan semena-mena menggunakan bom. Menangkap sebanyak-banyaknya ikan yang ada di laut dengan segala cara yang dapat membahayakan lingkungan.

Saat ini diperlukan sekali adanya sebuah usaha dan tindakan untuk meningkatkan wawasan dan menjaga sumberdaya ikan yang ada oleh para pemuda Indonesia yang harus perduli terhadap lingkungan khususnya mahasiswa sebagai  generasi penerus agar mampu berkarya demi bangsa dan negaranya. Bercermin dari pernyataan diatas, Kelompok Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (KSP) Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro mengadakan Pelatihan Operasi Penangkapan Ikan. Kegiatan ini turut bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Perikanan Tangkap Indonesia (HIMPATINDO). Bentuk Kegiatan inilah yang kami harapkan dapat membekali mahasiswa khususnya Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dalam menghadapi tantangan dunia yang memasuki dunia globalisasi.

Pelatihan Operasi Penangkapan Ikan merupakan sebuah wadah  sarana pelatihan pengoperasian alat tangkap yang bertujuan untuk mengasah dan menciptakan generasi pemuda yang berkompeten dalam mewujudkan perikanan tangkap yang unggul. dengan adanya pelatihan ini, maka sebagai peserta akan mengetahu Mengetahui dasar-dasar teknik penangkapan, Mengetahui metode panangkapan ikan, Mengetahui metode penangkapan ikan ramah lingkungan dan Mengetahui dampak positif dan negatif kegiatan penangkapan bagi lingkungan dan manusia.

Pelatihan yang ditaja oleh Kelompok Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan  Universitas Diponegoro ( KSP UNDIP ) dengan Himpunan Mahasiswa Perikanan Tangkap  Indonesia ( HIMPATINDO ) mengusung tema ” Peran Pemuda untuk Mewujudkan Perikanan Tangkap yang Berwawasan dan Berkelanjutan”. dan akan dilaksanakan pada :

Hari                      : Jumat – Minggu

Tanggal                 : 18 – 20 April 2014

Tempat                 : Perairan Jepara Jawa Tengah

Sumber                 : HIMPATINDO

Posted by: himafarin | 24th Apr, 2014

Jadwal Up Grading HIMAFARIN 2014

Title: Up Grading HIMAFARIN 2014
Date: 03 April 2014

Older Posts »

Categories