browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Posted by on 21 April 2017

S__20521017

[PKM-M PSP]

“Saung Laskar Halimun” Program Kolaborasi Mahasiswa IPB dengan Masyarakat Malasari Guna Melestarikan Seni Budaya Lokal

Senin (17/4), telah dilaksanakan acara Grand Opening Saung Laskar Halimun yang bertempat di SDN Malasari 01, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Acara Grand Opening yang dihadiri oleh Sekretaris Desa Malasari, Ketua komite sekolah, Kepala Sekolah SDN Malasari 01 dan staff jajarannya, Penggiat kesenian setempat, Pengelola Pariwisata Desa Malasari, Ketua RT, Kepala Dusun, Tokoh Masyarakat, Warga setempat, Siswa SD Malasari, Dosen pembimbing, dan juga Presiden Mahasiswa beserta Menteri Pendidikan, Keilmuan dan Prestasi BEM KM IPB 2016/2017 ini dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat. Saung Laskar Halimun merupakan suatu Program Kreativitas Mahasiswa yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat, diamanahkan dan juga didanai langsung oleh Kemristekdikti yang berfokus pada regenerasi dalam upaya pelestarian seni budaya dengan kearifan lokal yang ada di salah satu desa terpencil dan terluar di Kabupaten Bogor, yaitu Desa Malasari. Regenerasi budaya yang dimaksud di sini adalah regenerasi kebudayaan seni Degung (Laskar Degung) dan juga seni tari (Laskar Tari).

“Berawal dari kegiatan pengabdian mengajar di desa Malasari selama 3 minggu pada bulan Agustus 2016 kemarin bersama organisasi IPB Mengajar, kami sambil mengamati permasalahan yang ada di desa, salah satu poin yang kami catat adalah kebudayaan lokalnya. Bisa dibilang cukup miris, potensi kebudayaan yang begitu besar ini tidak dibarengi dengan pelestarian dan regenerasi, padahal Malasari merupakan desa wisata dan desa sejarah sebagai awal pembentukan kabupaten Bogor. Kami tidak ingin kebudayaan disini hilang, maka dari itu saya dan teman-teman dari IPB ingin sekali melestarikan kebudayaan desa ini. Jika kebudayaan Malasari terjaga, promosi ditingkatkan, pariwisata dikembangkan, insyaAllah pendapatan asli daerah juga ikut meningkat. Masyarakat pun juga insyaAllah semakin sejahtera. Kami memohon bantuan dari semua masyarakat desa untuk saling membantu dalam kegiatan ini”, sambutan ketua pelaksana PKM Saung Laskar Halimun (Shidiq Lanang Prasetiyo).

Dalam kesempatan ini pula Presiden Mahasiswa BEM KM IPB 2016/2017 (Panji Laksono) juga menuturkan dalam sambutannya bahwa “kebudayaan merupakan sebuah identitas suatu daerah yang tidak boleh hilang di tengah masyarakat” serta beliau menjelaskan tentang peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat terutama pelestarian seni budaya.

Dosen Pembimbing PKM Saung Laskar Halimun (Ibu Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi) menjelaskan tentang arti pentingnya suatu kebudayaan, dosen muda yang pernah merasakan pendidikan di Jepang ini juga sempat menceritakan tentang kebudayaan disana, “di Jepang, terkenal dengan teknologi dan perkembangan jamannya yang semakin canggih, namun herannya kebudayaan mereka masih dipegang teguh, tidak terganti atau terhapus oleh kebudayaan asing. Mereka sangat melestarikan kebudayaannya.”

Bapak Yoyok, selaku Ketua Komite sekolah di dalam sambutannya mengatakan bahwa, “Kegiatan ini sangatlah bagus, insyaAllah nanti akan kami usulkan untuk menjadi ekstrakurikuler, bukan untuk kelas VI saja tetapi dimulai dari kelas IV sampai kelas VI supaya regenerasi mulai dilakukan sejak kelas IV.”

Target peserta untuk Saung Laskar Halimun ini adalah anak-anak SD dan SMP yang ada di Desa Malasari, namun tidak menutup kemungkinan peserta juga ada yang datang dari para pemuda dan orang tua sebagai bentuk partisipasi dalam pelestarian seni budaya Malasari. Bapak sekretaris desa, Sukandar juga menambahkan bahwa beliau dan jajaran staff pengurus desa bersedia dan siap untuk ikut andil dalam mengikuti program ini.
“Saya sudah memberitahukan ke seluruh perangkat desa dan mereka menyatakan mendukung penuh, siap, dan bersedia untuk ikut dalam program ini”, terangnya.
Puncak dari Grand Opening ini ditandai dengan penyerahan angklung oleh ketua pelaksana PKM Saung Laskar Halimun kepada Sekretaris Desa Malasari dan pembunyian angklung secara bersama-sama sebagai bentuk simbolis dibukanya program Saung Laskar Halimun serta serah-terima pemberian bantuan alat musik berupa angklung, calung, kecapi, dan kendang sebagai fasilitas untuk mempermudah masyarakat dalam latihan seni.

Setelah penyerahan angklung, acara diakhiri dengan penampilan permainan angklung yang dimainkan oleh murid kelas VI SDN Malasari 01.
“Kami berharap anak-anak dan warga Desa Malasari semakin semangat dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan milik kita sendiri. Kami juga berterimakasih banyak kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pengadaan dan berjalannya program yang positif ini”, imbuh pak Sukandar.
———————————————-
“We want you to be want of us to help the fisherman and to feed the hungry world”

#PSPGOESTOPIMNAS
———
Departemen Pengembangan Keprofesian
Kabinet Huhate
Himafarin IPB 2017
@himafarinipb

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *