browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

GELAR INDO AQUA, KKP SIAP PACU PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA

Posted by on 5 October 2010
GELAR INDO AQUA, KKP SIAP PACU PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA


Perikanan budidaya dituntut menjadi kontributor utama peningkatan produksi perikanan nasional. Produksi perikanan budidaya  ditargetkan meningkat sebesar 353 persen selama tahun 2010-2014, yaitu dari 5,26 juta ton menjadi 16,89 juta ton. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil produk perikanan terbesar pada tahun 2015. Demikian tema yang diusung dalam pelaksanaan Indo Aquaculture yang secara resmi dibuka secara resmi oleh Dirjen P2HP, Martani Huseini mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad di Lampung hari ini (4/10).

Pencapaian visi KKP diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan posisi Indonesia dalam pergaulan di dunia internasional, disamping meningkatkan perekonomian masyarakat dan penerimaan negara. Sektor ini pantas menjadi prime mover perekonomian nasional, karena memiliki potensi dan produksi yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk itu, KKP memiliki misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan mewujudkan profesi nelayan, pembudidaya ikan, serta para pengolah hasil perikanan menjadi masyarakat yang berpendapatan tinggi dan bukan menjadi profesi yang identik dengan kemiskinan.

Salah satu kebijakan dalam pengembangan sektor ini dilakukan dengan mengembangkan konsep Minapolitan. Minapolitan adalah suatu manajemen ekonomi kawasan berbasis kelautan dan perikanan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. Konsep ini dikembangkan pada suatu wilayah berdasarkan sumberdaya yang dimiliki melalui kegiatan usaha kelautan dan perikanan dari hulu hingga hilir. Konsep ini menganut prinsip integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi. Sebagai model percontohan, KKP telah menetapkan 41 kawasan minapolitan pada tahun 2011 dari 197 kawasan minapolitan yang direncanakan, dan 24 kawasan diantaranya merupakan kawasan minapolitan yang berbasikan perikanan budidaya.

Dalam upaya merealisasikan target peningkatan produksi dan produktivitas usaha budidaya, dibutuhkan dukungan inovasi teknologi perikanan budidaya. Teknologi penyediaan induk dan benih unggul, inovasi wadah dan sistem budidaya serta teknologi pengendalian penyakit ikan dan lingkungan perlu terus dikembangkan dan diterapkan dalam kegiatan usaha budidaya perikanan. Pelaksanaan Indo Aqua yang mempertemukan para pakar dan pelaku usaha, menjadi media dalam mengkomunikasikan hasil-hasil teknologi budidaya terkini untuk mengembangkan kegiatan usaha perikanan budidaya secara efektif dan efisien sehingga mempunyai daya saing tinggi.

Penyelenggaraan Indo Aqua merupakan kegiatan tahunan Ditjen Perikanan Budidaya semenjak tahun 2006. Dalam kegiatan ini dilaksanakan seminar, pameran dan temu bisnis. Kegiatan ini bertujuan untuk menyajikan teknologi terapan hasil pembangunan dan pengembangan perikanan budidaya pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Ditjen Perikanan Budidaya serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan Kabupaten/Kota dan stakeholder. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan ajang Inovatif dan  promosi  yang intensif bagi industri sarana produksi perikanan budidaya, serta memperkenalkan potensi sektor industri perikanan budidaya yang dapat dipacu dan di optimalkan guna memberi sumbangan yang lebih besar bagi pendapatan pembudidaya ikan.

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *