browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

KKP BERENCANA TINGKATKAN STATUS PPN PELABUHAN RATU MENJADI PPS

Posted by on 24 November 2012

KKP NEWS|| Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana akan meningkatkan status Pelabu­han Perikanan Nusantara (PPN) Pelabuhan Ratu menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS). “Sudah saatnya PPN Pelabuhan Ratu kita tingkatkan statusnya menjadi PPS,  untuk itu tahun depan akan kita akan usulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Jika  disetujui, kita akan segera  melakukan pembangunan pada 2014,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo di PPN Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Kamis (22/11).

Pasalnya, lanjut Sharif, jika dilihat dari tolak ukur dan persyaratan dan klasifikasi PPN Pelabuhan Ratu terbilang sudah memadai. Hanya saja, yang menentukan ini bisa naik kelasnya menjadi PPS  yakni dari Menteri PAN-RB.

Sharif  menjelaskan, di dalam usulan tersebut tidak hanya PPN Pelabuhan Ratu saja tetapi di dalam usulan tersebut turut pula dimasukkan PPN Ambon, karena dua lokasi tersebut telah memenuhi syarat sebagai PPS jadi tinggal menuju persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sementara untuk kriteria persyaratan menjadi PPS, Sharif menjelaskan, yakni tersedianya  fasilitas yang memadai, breakwater,  dermaga yang mampu melayani kapal diatas 100 GT, serta produk perikanan yang berkualitas eskpor.

“PPN Pelabuhan ratu memenuhi persyaratan untuk dapat ditingkatkan menjadi PPS, setidaknya ini terlihat dari, industri-industri perikanan yang sudah berjalan, kapal yang bersandar  pun sudah banyak serta berbagai kelengkapan infrastruktur penunjang telah memadai,” tuturnya.

Peningkatan status PPN Pelabuhan Ratu menjadi PPS  tersebut, lanjut Sharif  untuk mengoptimalkan peran dan fungsi PPN Pelabuhan Ratu sebagai pusat transaksi perikanan dan sebagai media peningkatan pendapatan masyarakat.

“Peningkatan fasilitas maupun kapasitas sarana dan prasarana PPN Pelabuhan Ratu pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas perikanan, serta mendorong berkembangnya usaha perikanan rakyat dan membantu tercapainya iklim yang kondusif bagi pertumbuhan dunia usaha perikanan,” sambungnya.

KKP menyatakan komitmennya untuk  terus berupaya meningkatkan ketersediaan prasarana pendukung pelabuhan perikanan, serta mendorong investasi dari pihak swasta baik pada kegiatan hulu, proses produksi maupun kegiatan hilir untuk menunjang percepatan industrialisasi di sektor perikanan tangkap.

Seperti diketahui sebelumnya, KKP terus menggencarkan, pembangunan dan pengembangan di 816 pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia. Pada 2013, KKP berencana akan menetapkan 11 lokasi model percontohan industrialisasi perikanan tangkap. Yakni, 5 lokasi pelabuhan perikanan untuk komoditas tuna tongkol cakalang (TTC) dan 6 lokasi pelabuhan untuk komoditas non-TTC (pelagis kecil dan udang). Selain itu, KKP akan melanjutkan pembangunan pelabuhan perikanan di 20 lokasi dan 22 UPT pusat.

Pembangunan dan pengembangan pelabuhan perikanan ini sebagai langkah nyata KKP untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada komoditas kelautan dan perikanan. Selain itu, merupakan wujud nyata dari implementasi dari Peraturan Presiden No.26/2012 terkait cetak biru pengembangan sistem logistik nasional serta wujud dari Program Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) yang sebelumnya telah ditetapkan dalam Keppres No.10/2011.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Heryanto Marwoto menambahkan, PPN Pelabuhan Ratu merupakan Pelabuhan Perikanan Nusantara yang mampu melayani pendaratan kapal hingga 100 GT, dan menjadi  salah satu tempat pusat pelelangan ikan.

Marwoto menjelaskan,  komoditi ikan yang paling dominan adalah ikan jenis tuna, tongkol, cakalang (TTC)  dan layur.  Komoditas TTC memegang peranan penting di PPN Pelabuhan Ratu dan menjadi komoditas ekspor andalan, khususnya ke Korea, Jepang, dan China.

TTC telah berkontribusi besar terhadap pengembangan industrialisasi di Pelabuhan Ratu, sehingga komoditas inilah yang kita upayakan dilakukan percepatan dan pengelolaannya secara maksimal. Hal tersebut turut pula didukung dengan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP-RI)  573 yang terletak di  Samudera Hindia terutama di Pantai Selatan Jawa Barat masih berada pada level eksploitasi moderat (sumberdaya perikanan yang masih dapat ditingkatkan). Sehubungan dengan itu, Kabupaten Sukabumi  memiliki tujuh Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI).

Marwoto memperkirakan, untuk komoditas TTC  di PPN Pelabuhan Ratu nilai produksinya mencapai Rp 225 miliar pada tahun ini. “Tiap harinya sebanyak 35 ton/hari ikan tuna didaratkan nelayan di PPN Pelabuhan Ratu. Bahkan, kemarin sore saja ada dua kapal yang mendaratkan tuna sebanyak 18 ton,” jelasnya.

Sementara pada 2011, nilai produksi ikan di PPN Pelabuhan Ratu sebesar Rp 212,84 milyar. Jika dilihat  dari sisi volume sebanyak 13.814 ton, dimana sekitar 64,64 persen (4.930) merupakan komoditas favorit tuna, tongkol, dan cakalang (TTC).

Tercatat, dari bulan Januari hingga November 2012 aktivitas kapal yang masuk di PPN Pelabuhan Ratu sebanyak 5.548 unit kapal, dan kapal yang melakukan aktivitas bongkar muat sebanyak 4.636 unit kapal. Sedangkan, perputaran uang di PPN Pelabuhan Ratu berkisar Rp3- 5 miliar/hari.

Terkait kawasan industri yang berada di PPN Pelabuhan Ratu, Marwoto menjelaskan, KKP akan menyiapkan lahan tambahan seluas 9 ha, lantaran lahan untuk kawasan industri sudah tidak memadai lagi.Tercatat,  ada sebanyak 30  perusahaan yang bergerak di industri perbekalan, pengolahan ikan dan jasa. Sementara untuk mengangkut hasil  perikanan dengan tetap menjaga kualitas dan mutu hasil perikanan yang akan dipasarkan ,  KKP bersama-sama dengan pihak swasta telah menyiagakan sebanyak 21 unit truk ber-refrigerasi (refrigerated truck) dan truk berinsulasi (insulated truck)  untuk  mendistribusikan hasil perikanan dari PPN Pelabuhan Ratu ke wilayah Jakarta dan sekitarnya

Kabupaten Sukabumi berperan penting bagi pengembangan bisnis kelautan dan perikanan di tanah air, mengingat potensinya yang besar serta posisinya yang strategis. Letaknya yang strategis yakni, berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang kaya akan sumber daya perikanan. Di sisi lain, lokasi Sukabumi secara geografis juga berdekatan dengan Jakarta. Apalagi, Jakarta merupakan pasar lokal yang potensial dan menjadi simpul bagi pemasaran produk-produk perikanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya serta kota-kota lainnya di Indonesia, sekaligus juga menjadi pintu gerbang untuk ekspor komoditas perikanan ke pasar internasional.

Sumber : Pusat Data Statistik dan Informasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gedung Mina Bahari I lantai 3A
JL. Medan Merdeka Timur No.16
Jakarta Pusat 10110
Telp. (021) 3519070 ext. 7440
Fax. (021) 3519133

http://www.kkp.go.id

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *