browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Menteri Fadel Garap Kerja Sama Ekonomi

Posted by on 14 December 2010

Menteri Fadel Garap Kerja Sama Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan terobosan dalam mengatasi maraknya illegal fishing yang sangat merugikan negara. Salah satunya dengan melakukan kerja sama ekonomi.

“Sekarang kita punya masalah illegal fishing dengan Taiwan, Thailand dan Malaysia. Kita sudah kerja sama dengan angkatan laut, tapi masih saja terjadi pencurian ikan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad saat berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka di Gedung Graha Pena, Jumat (10/12).

Menurut Fadel, pihaknya sudah membicarakan masalah ini dengan negara-negara terkait.

Namun negara itu sepertinya membiarkan dan mempersilakan untuk memproses pelakunya.

“Soalnya, mereka menilai nanti juga kapalnya kembali lagi. Selama ini, kapal yang ditangkap melakukan illegal fishing akan disita dan dilelang. Yang membeli mereka lagi dengan harga Rp 100 juta-Rp 150 juta,” ujarnya.

Untuk itu, kata Fadel, ke depannya Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak akan melelang kapal-kapal pelaku illegal fishing. Kapal-kapal tersebut akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk diberikan kepada nelayan-nelayan yang membutuhkan.

Selain itu, untuk mengatasikegiatan illegal fishing, pihaknya juga melakukan kerja sama ekonomi dengan Taiwan, Thailand, Vietnam dan China untuk mengelola perikanan. “Dengan begitu kita bisa mengontrol mereka,” katanya.

Untuk menghindari terjadinya penangkapan petugas pengawas oleh tentara Malaysia, pihaknya melakukan kerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan menempatkannya di bagian pengawasan.

Fadel mengklaim, sejak menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, dia sudah banyak terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ikan dan kesejahteraan nelayan.

“Yang sudah saya lakukan adalah membebaskan retribusi buat para nelayan. Kasihan para nelayan itu, karena banyak dipungut retribusi di pelabuhan, di pasar dan di jalan. Itu sudah saya lakukan sejak jadi Gubernur Gorontalo,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar ini juga mengungkapkan, kementeriannya membuat kontrak produktif dengan pemerintah daerah untuk menaikkan produksi ikan.

“Kita meneken kontak dengan Gubernur dan Bupati dalam produksi ikan. Misalnya, kita memberikan uang Rp 10 miliar dengan target produksi 70 ribu ton. Kalau bisa lebih kita tambahkan, kalau kurang kita potong,” terangnya.

Fadel juga menargetkan, produksi ikan bisa mencapai 200 persen pada 2014. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya membuat pembangunan perikanan berbasis kawasan atau minapolitan.

Dalam minapolitan yang dikembangkan adalah perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Untuk perikanan tangkap sudah ada 9 lokasi, sementara untuk perikanan budidaya sudah ada 24 lokasi.

Dia menambahkan, hampir 98 persen nelayan Indonesia menggunakan kapal kecil. Oleh sebab itu, pihaknya berencana menambah 1000 unit kapal-kapal besar bagi nelayan. dit

Sumber : Rakyat Merdeka 13 Desember 2010,hal.15

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *