[PRESS RELEASE : Turun Lapang Sekolah Bina Desa]

myhome_0

Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat siang Warga Himafarin!
Minggu, 15 April 2018 – Telah dilaksanakan turun lapang Sekolah Bina Desa di Desa Petir, Dramaga. Sekolah Bina Desa merupakan kegiatan dari Organisasi Mahasiswa BEM KM IPB dan beberapa anggota Himafarin dari Departemen Pengembangan Masyarakat berkesempatan menjadi peserta.
Sekolah Bina Desa merupakan kegiatan pembelajaran yang fokus pada cara pengembangan masyarakat. Mahasiswa melakukan wawancara mengenai potensi apa yang terdapat di Desa Petir, tingkat kesejahteraan warga, dan kendala yg dihadapi oleh warga di Desa Petir. “Pelajarilah semua hal yang Anda bisa, kapan pun, dan dari siapa pun. Pasti akan tiba waktunya Anda memetik buah dari apa yang Anda kerjakan” – Sarah Caldwell
Terimakasih.

———————————-
Departemen Pengembangan Masyarakat
Instagram : @himafarinipb
twitter: @himafarin_ipb
facebook: Himafarin IPB
id Line: @mhz7261u
http://himafarin.lk.ipb.ac.id

#KABINETKOMPASMARITIM

myhome

myhome_1 myhome_3 myhome_4

myhome_2

 

Share/Bookmark
Categories: Seputar HIMAFARIN | Leave a comment

FISHERMAN NEWS : 2 Kapal Ikan Asing Filipina di Tangkap di Perairan Sulawesi

593946

[FISHERMAN NEWS : 2 Kapal Ikan Asing Filipina di Tangkap di Perairan Sulawesi]

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Perikanan Tangkap!

Sudahkah membaca berita perikanan terbaru?

Sabtu lalu (7/4) Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu Macan Tutul 001 milik Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap 2 kapal ikan asing (KIA) ilegal berbendera Filipina. Kapal tersebut ditangkap saat kedapatan melakukan illegal fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) Laut Sulawesi.

Tak hanya menangkap KIA ilegal, dalam operasinya, KP Hiu Macan Tutul 001 juga berhasil menertibkan 9 rumpon ilegal yang diduga juga dimiliki oleh pemilik yang sama dengan kapal yang ditangkap.

Baca berita selengkapnya di website berikut :

http://news.kkp.go.id/index.php/kp-hiu-macan-tutul-001-tangkap-2-kia-ilegal-filipina-di-perairan-sulawesi/

kkp.go.id/artikel/3172-kp-hiu-macan-tutul-001-tangkap-2-kia-ilegal-filipina-di-perairan-sulawesi

“Jangan bosan bicara tentang kebenaran, agar demokrasi tak berakhir dengan kesia-siaan” – Najwa Shihab

Hidup mahasiswa!
Hidup Perikanan Tangkap Indonesia!

Narahubung :
0812-4876-3947 (Ismu Zamzami)

Terimakasih.
———————————-
Departemen Pengembangan Profesi
Instagram : @himafarinipb
twitter: @himafarin_ipb
facebook: Himafarin IPB
id Line: @mhz7261u
http://himafarin.lk.ipb.ac.id

#KABINETKOMPASMARITIM

Categories: Fisherman News | Leave a comment

FISHERS EDUCATION : DOKUMEN WAJIB NELAYAN

siup 1

[TAUKAH KAMU?]

Assalamualaikum Wr Wb.
Selamat malam warga Himafarin!

Taukah kamu tentang dokumen yang wajib dibawa saat melaut? Yap lebih tepatnya peraturan ini ada di Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.30/MEN/2012 tentang Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia Pasal 86.

Dokumen perizinan untuk melaut terkadang menjadi masalah untuk nelayan. Padahal seperti yang tercantum dalam pasal 86 Permen KP diatas, hanya tiga dokumen saja yang wajib ada di atas kapal saat melaut. Apa saja? Yuk simak!
siup 2
1. SIPI/SIKPI Asli
Surat Izin Penangkapan Ikan atau SIPI merupakan dokumen perizinan untuk melakukan penangkapan ikan. Sedangkan SIKPI merupakan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan yang merupakan dokumen perizinan untuk melakukan pengangkutan ikan ke pelabuhan pangkalan. Kedua dokumen tersebut wajib dimiliki kapal perikanan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Izin Usaha Penangkapan Ikan (SIUP) dan berlaku selama setahun.
siup 3
2. Surat Laik Operasi (SLO) Asli
SLO merupakan surat keterangan yang menyatakan bahwa kapal perikanan telah memenuhi persyaratan administrasi dan kelayakan teknis untuk melakukan kegiatan perikanan. Surat ini diterbitkan oleh Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP di pelabuhan pangkalan, pelabuhan singgah, pelabuhan muat atau pelabuhan bongkar sesuai dengan SIPI atau SIKPI. SLO berlaku untuk satu kali trip operasional kegiatan perikanan.
siup 4
3. Surat Persetujuan Berlayar (SPB) Asli
SPB adalah dokumen negara yang dikeluarkan oleh Syahbandar di pelabuhan perikanan kepada setiap kapal perikanan yang akan berlayar meninggalkan pelabuhan perikanan setelah kapal perikanan memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal, laik tangkap, dan laik simpan.SPB berlaku untuk satu kali trip operasional kegiatan perikanan.

Sudah bertambahkah pengetahuan kalian mengenai perikanan tangkap? Yuk nanyikan informasi selanjutnya dari Himafarin!

“Semakin banyak kamu membaca, semakin banyak hal yang akan kamu ketahui. Semakin banyak kamu belajar, semakin banyak tempat yang akan kamu kunjungi.” – Dr. Seuss

Terimakasih.
———————————-
Departemen Pengembangan Profesi
Instagram : @himafarinipb
twitter: @himafarin_ipb
facebook: Himafarin IPB
id Line: @mhz7261u
http://himafarin.lk.ipb.ac.id

#KABINETKOMPASMARITIM

Categories: Fisherman Edu | Leave a comment

FISHERS EDUCATION : JALUR – JALUR PERIKANAN

565378

[TAUKAH KAMU TENTANG JALUR PENANGKAPAN IKAN?]

Assalamualaikum Wr Wb.
Selamat pagi warga Himafarin!

Taukah kamu kalau ada peraturan mengenai Jalur penangkapan Ikan di Indonesia ⚓? Yap lebih tepatnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 71/PERMEN-KP/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Peraturan tersebut membagi jalur penangkapan ikan menjadi 3 yaitu:

1. Jalur penangkapan Ikan I terdiri dari jalur penangkapan ikan IA, meliputi perairan pantai sampai dengan 2 (dua) mil laut yang diukur dari permukaan air laut pada surut terendah, dan jalur penangkapan ikan IB meliputi perairan pantai di luar 2 (dua) mil laut sampai dengan 4 (empat) mil laut.

565374
2. Jalur penangkapan ikan II, meliputi perairan di luar jalur penangkapan ikan I sampai dengan 12 (dua belas) mil laut diukur dari permukaan air laut pada surut terendah.565375
3. Jalur Penangkapan Ikan III, meliputi Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) dan perairan di luar Jalur Penangkapan Ikan II.565376

Sumber : jdih.kkp.go id

Nantikan informasi mengenai perikanan selanjutnya dari Himafarin! Yuk saatnya untuk membaca lebih banyak mengenai perikanan.

“Semakin banyak kamu membaca, semakin banyak hal yang akan kamu ketahui. Semakin banyak kamu belajar, semakin banyak tempat yang akan kamu kunjungi.” – Dr. Seuss

Terimakasih.
———————————-
Departemen Pengembangan Profesi
Instagram : @himafarinipb
twitter: @himafarin_ipb
facebook: Himafarin IPB
id Line: @mhz7261u
http://himafarin.lk.ipb.ac.id

#KABINETKOMPASMARITIM

Categories: Fisherman Edu | Leave a comment

FISHERMAN NEWS: Temui Nelayan, Menteri Susi Tegaskan Cabut Larangan Cantrang

myhome

Assalamualaikum Wr Wb.
.
Salam Perikanan Tangkap! (17/01/18) Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menemui nelayan yang melakukan demonstrasi di kawasan Monas. Susi langsung menemui nelayan untuk menyatakan pencabutan terkait larangan alat tangkap cantrang, trawl, dan alat tangkap lainnya yang dilarang dalam Permen KP nomor 71 tahun 2016.

Diwakili Hadi Santoso, perwakilan nelayan, Susi menyampaikan kesepakatan terkait cantrang yang sebelumnya dilarang.
Selain pencabutan larangan cantrang, Susi juga meminta agar nelayan tak menambah kapal milik mereka. Hanya kapal cantrang yang sudah terdaftarlah yang boleh melaut menggunakan cantrang.
Kesepakatan tersebut yakni, kapal nelayan yang belum diukur ulang harus dikur kembali agar tak ada mark down, tak ada penambahan apalagi nelayan juga dipersilahkan mendaftarkan diri untuk penggantian alat tangkap.
.
“Jangan bosan bicara tentang kebenaran, agar demokrasi tak berakhir dengan kesia-siaan.” –Najwa Shihab. .
.
Sumber: https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180117172638-20-269671/temui-nelayan-menteri-susi-tegaskan-cabut-larangan-cantrang

Hidup Mahasiswa!
Hidup Perikanan Tangkap Indonesia!

Narahubung:
081248763947 (Ismu Zamzami)

Terima kasih.
————–
Departemen Pengembangan Profesi
Instagram: @himafarinipb
Twitter: @himafarin_ipb
Facebook: Himafarin IPB
Id Line: @mhz726lu
http://himafarin.lk.ipb.ac.id

#KABINETKOMPASMARITIM

Categories: Fisherman News | Leave a comment

PRESTASI MAHASISWA PSP

LUKM

Assalamualaikum Wr Wb.

Selamat siang dan selamat mengukir prestasi!
Himafarin mengucapkan selamat kepada wisudawan tahap IV atas nama Lukman Hakim (PSP 50) sebagai Lulusan Terbaik FPIK 2018.

Semoga ilmu yang di dapat bermanfaat bagi orang banyak dan dapat membawamu ke masa depan yang lebih baik. “Perubahan Tidak Akan Pernah Terjadi Jika Kita Terus Menunggu Waktu Atau orang Yang Tepat. Kita Adalah Perubahan Itu Sendiri.”
– Barack Obama

Terimakasih. ———————————-
Departemen Publikasi dan Informasi
Instagram : @himafarinipb
twitter: @himafarin_ipb
facebook: Himafarin IPB
id Line: @mhz7261u
http://himafarin.lk.ipb.ac.id

#KABINETKOMPASMARITIM

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment

KAJIAN STRATEGIS : Kebijakan Pelarangan Cantrang

529472

Akhmad Solihin:

Kebijakan Pelarangan Cantrang Tanpa Alasan Kuat dan Program yang Jelas? Habislah Sudah.

Dosen Hukum Laut, Departemen PSP, FPIK IPB

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pertanggal 1 Januari 2018, penggunaan alat tangkap cantrang resmi dilarang.

  • Bagaimana pendapat Bapak terhadap kebijakan pelarangan cantrang yang resmi diterapkan tanggal 1 Januari 2018 tersebut?

Saya tidak berkompeten menjawab bahwa cantrang itu ramah lingkungan atau tidak, karena itu adalah ranah dari dosen-dosen dan ahli di bidang penangkapan. Saya melihat seperti ini,  pertama apakah pemerintah sudah menyiapkan strategi yang baik untuk masalah ini? Contohnya verifikasi untuk kepemilikan arat, namun untuk cantrang skala besar belum ada. Lantas, jika dilarang adakah solusi mengenai, apakah mereka memiliki solusi mengenai pengalihan kapal, pemberian alat tangkap yang sesuai sasaran, sesuai lokasi OPI? Karena program pertama pengalihan API gagal, karena tidak sesuai kondisi lapang. Lalu yang terpenting apakah nelayan memiliki solusi untuk nelayan yang hanya bisa mengoperasikan alat tangkap pukat hela dan pukat tarik? Apakah ada pembinaan? Jika tidak, akan menyebabkan kegagalan total. Kita harus melihat kesana. Lalu, yang terpenting adalah kepemilikan kapal cantrang ini besar biayanya dan mereka masih terikat pinjaman sampai 5 – 10 milyar ke perbankan, apakah pemerintah punya catatan untuk menyelesaikannya? Jika tidak, mereka akan terjerat hutang piutang. Dan merugikan hajat hidup nelayan cantrang. Kesimpulannya, apakah pemerintah memiliki solusi yang cerdas karena tidak sedikit multiplayer effect yang ditimbulkan dari kebijakan pelarangan cantrang? Ini akan menjadi bahan politik di PILPRES 2019. Isu yang menarik. Politik boleh saja dan wajar jika, nelayan menarik perhatian ke parpol. Menurut saya sah-sah saja, daripada mereka anarkis. Jika KKP, menganggap ini politisasi ya tidak masalah, yang masalah jika KKP tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai “what’s next?” apa program lainnya? Kalau mereka tidak mampu menjawab, itu akan menjadi bahan serangan dari parpol lain. Jika mereka memiliki program yang jelas dan kuat, apapun bisa dijalani. Jika tidak? Maka habislah sudah.

  • Apa keuntungan dan kerugian diterapkan kebijakan tersebut?

Keuntungannya adalah untuk membuat dan mengolah perikanan yang berkelanjutan memang dibutuhkan tangan besi seperti Ibu Susi. Ibu Susi kan orangnya saklek, harus begini dan begitu. Mungkin memang bagus, karena tidak plin plan. Namun kelemahannya, apakah proses penetapakan kebijakan yang dilakukan sudah melalui kajian-kajian yang begitu komprehensif, sehingga solusinya harus komprehensif. Contohnya kebijakan ini dari tahun 2015, jadi kesannya seperti uji coba. Kebijakan itu tidak boleh diuji coba, tapi harus dicoba sebelum resmi diterapkan sebagai kebijakan. Sehingga, pemerintah punya solusi dimana kekurangannya. Jadi masalahnya jadi seperti cuci gudang, masalahnya apa diselesaikan namun menimbulkan masalah baru. Seharusnya itu terjadi. Zaman orde baru saja, kebijakan diterapkan secara bertahap. Lalu sekarang dilarang total, pertanyaannya apakah betul kebijakan ini bisa menjadi langkah yang tepat?

  • Siapa yang terkena dampak akan kebijakan tersebut?

Selain nelayan cantrang, banyak sekali yang akan terkena impact dari kebijakan tersebut. Menurut penelitian, kita bisa menggunakan teori multiplayer effect, ada yang berdampak untuk masyarakat luas dan masyarakat sekitar. Contohnya pengolah ikan, surimi misalnya. Lalu, BBM. Yang paling terasa imbasnya mungkin pengolah ikan, karena perikanan tangkap merupakan sektor hulu. Jika hulunya terganggu, maka pengolah ikan, dan lain-lain terganggu. Ibu-ibu pengolah ikan pernah bilang ke saya, “Pak, jika cantrang dilarang, kami tidak tahu kerja apa.” Apakah KKP berpikir kesitu? Ini besar dampaknya. Pedagang pemasar, penyedia bahan produksi (seperti BBM,air tawar, dan lain-lain) akan terkena dampaknya juga.

  • Bagaimana rekomendasi dan solusi terbaik untuk mengatasi kerugian dari kebijakan tersebut?

Solusi dari saya, seharusnya pemerintah mencoba untuk menahan diri untuk mengeluarkan kebijakan ini dengan cara mencari kajian akademisi yang betul sehingga mereka berpikir bahwa memang layak untuk menerapkan itu. Jadi tidak ada istilah ketika ada masalah baru diobati. Bukan seperti itu. Bagaimana dengan stok ikan yang tidak ditangkap? Bagaimanapunan  perikanan berkelanjutan bukan hanya mengenai sumberdayanya tapi juga mengenai nelayannya. Ikannya lestari, nelayan sejahtera, sosialnya tetap terpenuhi. Saran saya, lakukan kajian yang tepat dimana letak masalahnya, sasarannya tepat,  dan obatnya tepat. Bukan sakit mata tapi malah kaki yang diobatin. Hanya sepintas tapi intinya tidak diselesaikan. Menurut saya pemerintah belum melaksanakan itu. Hanya mengobati, belum mencegah.

  • Closing statement terkait kebijakan tersebut?

Pertama, coba berpikir ulang tentang penerapan kebijakan ini. Jika pelarangan tidak ada pemerataan, tapi pengelolaan ada pemerataan dan batasan.  Kedua, coba libatkan semua pihak terkait untuk ngomong dulu, jangan sampai yang terkait tidak setuju. Memang tidak memuaskan semua pihak, tapi coba untuk meminimalkan konflik.

Jurnalis                  : Nabila Dinantiar A

Videografer           : A. Choerul Anam

Terima kasih.
Departemen Pengembangan Keprofesian
Instagram : @himafarinipb
twitter: @himafarin_ipb
facebook: Himafarin IPB
id Line: @mhz7261u

#KABINETKOMPASMARITIM

#KAJIANSTRATEGIS

Categories: Kajian Strategis | Leave a comment

RUBRIK MAHASISWA : Cantrang Resmi Dilarang

521092

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pertanggal 1 Januari 2018, penggunaan alat tangkap cantrang resmi dilarang.  Meski menuai pro dan kontra, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ngotot memberlakukan PERMEN KP RI No. 2/MEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Nets) Di WPP Indonesia.

            Pelarangan cantrang yang dilakukan oleh pemerintah diperbolehkan, tetapi harus diingat bahwa pelarangan ini tidak boleh merugikan berbagai pihak yang bersangkutan. Pelarangan harus melihat berbagai aspek yang melingkupinya, baik aspek ekonomi, aspek sosial,aspek budaya, dan lain-lain. Hal ini dilakukan agar tak ada pihak yang dirugikan atau setidaknya mampu meminimalisir kerugian yang akan disebabkan. Kita semua setuju, bahwa peraturan perlu ditaati oleh seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait  di negara ini. Tapi apakah benar bahwa kebijakan itu mampu memuaskan semua pihak? Tidak hanya menguntungkan satu pihak saja?

            Mengenai pelarangan cantrang yang akan dipastikan berlaku pertanggal 1 Januari 2018, apakah pemerintah sudah memiliki solusi terbaik, khususnya untuk nelayan cantrang sendiri? Apakah solusi tersebut bisa diterima oleh berbagai pihak yang terikat di dalamnya?

            Menurut saya, jika pemerintah memang sudah menyiapkan solusi terbaik dan saling menguntungkan antar pihak, silahkan saja diterapkan kebijakan tersebut. Dan yang harus selalu pemerintah perhatikan bahwa kebijakan ini bukan hanya menimbulkan efek sehari dua hari, maka solusinya bukan sehari dan dua hari pula, tapi untuk seterusnya untuk keberlanjutan kedepannya. Jika pemerintah melarang tapi tidak ada solusi yang baik saya tidak setuju, karena menurut saya nelayan dan keluarganya butuh makan bukan untuk satu dua hari saja, tetapi seterusnya selama mereka masih hidup.

            Pemerintah harus mengingat bahwa setiap amanah, tugas dan tujuan dengan adanya pemerintah adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Jika dengan adanya keputusan tersebut masyarakat masih merasa dirugikan, berarti amanah, tugas dan tujuan pemerintah untuk mensejahterakan masyarat otomatis gagal. Tapi, jika keputusan tersebut memberikan solusi yang baik dan saling mensejahterakan satu sama lain, kita harus mendukungnya.

Jurnalis:Nabila D A

 

Terima kasih.
Departemen Pengembangan Keprofesian
Instagram : @himafarinipb
twitter: @himafarin_ipb
facebook: Himafarin IPB
id Line: @mhz7261u

#KABINETKOMPASMARITIM

#FISHERSNEWS

Categories: Rubrik Mahasiswa | Leave a comment

PRESS RELEASE KEGIATAN EKSPEDISI FISHERMAN FRIEND (EFF) 2017

1505277775242

 

Ekspedisi Fisherman Friend 2017 adalah kegiatan turun lapang mahasiswa/i Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (HIMAFARIN) Institut Pertanian Bogor, dalam rangka mengetahui potensi perikanan tangkap disuatu daerah pesisir, pola hidup nelayan, menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir, memberikan pendidikan lingkungan hidup usia dini, dan bakti sosial kepada masyarakat.

Kegiatan Ekspedisi Fisherman Friend 2017 dilaksanakan pada tanggal 17-23 Agustus 2017 di Pulau Giliraja, Desa Djate, Madura, Jawa Timur telah diikuti oleh ±150 peserta mulai dari mahasiswa Pemanfaaatan Sumberdaya Perikanan, siswa-siswi SD dan MI di sekitar wilayah Desa Djate, dan masyarakat setempat. Kegiatan Ekspedisi ini terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu Research Development, Fisheries Education, dan Social Economic.

Kegiatan Fisheries Education ini terdiri dari kegiatan Mengajar di SDN Jate pada tanggal 19 Agustus 2017, dan penyuluhan pembuatan hasil olahan ikan berupa Nugget Ikan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2017. Kegiatan mengajar di SDN Jate mendapat dukungan positif dari berbagai pihak sekolah, yakni guru, orang tua siswa, dan antusias dari siswa. Kegiatan mengajar tersebut memberikan motivasi kepada siswa terhadap sebuah impian harapan di masa depan serta permainan edukatif.

Kegiatan penyuluhan pembuatan hasil olahan ikan berupa Nugget Ikan diadakan di wilayah sekitar desa Jate dengan demo masak secara langsung dengan ibu rumah tangga, dan memberikan informasi cara pembuatan nugget ikan yang bernilai ekonomis dan sehat ke pemukiman warga sekitar desa. Kegiatan mengajar juga dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2017 di Madrasah As-Salam dengan diikuti oleh 70 siswa.

Kegiatan Research Development adalah mahasiswa/i melakukan trip dengan nelayan handline di Pulau Giliraja. Hasil trip tersebut bahwa kapal yang digunakan oleh nelayan handline adalah kapal payang. Setiap kapal biasanya terdiri dari tiga orang nelayan. Kapal berukuran LOA 5m, Lebar 2 m,  Tinggi 1 m. Mesin kapal sekitar 850 cc. Dalam satu kali trip kapal membutuhkan solar 10-15 liter. Penentuan fishing ground masih sangat sederhana, hanya mengandalkan perkiraan nelayan, melihat hasil tangkapan nelayan lain yang beroperasi, atau dengan melihat burung-burung yang terbang diatas laut. Handline yang digunakan adalah seuntai benang dengan 2-3 mata pancing berukuran kecil. Hasil tangkapan yang diperoleh nelayan diantaranya ikan kerong-kerong, jenggala, kurisi, sliwang, penganti, dan lainnya. Harga ikan saat itu cukup tinggi, sekitar Rp 40.000/kg.

Nelayan di Pulau Giliraja rata-rata hanya beroperasi dari pagi sampai siang. Hasil tangkapan dijual di pasar setempat atau pengepul. Jika hasil tangkapan hanya sedikit, dikonsumsi sendiri oleh nelayan. Pulau tersebut tidak memiliki Tempat Pelelangan Ikan atau pelabuhan perikanan. Sebagian warga pada sore hari mencari kerang-kerangan di pantai yang surut atau memancing di tubir pantai.

Kegiatan Social Economic adalah kegiatan pengkajian karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat nelayan dengan melakukan wawancara kepada beberapa nelayan di Pulau Giliraja dan melakukan Focus Group Discussion. Salah satunnya yaitu bapak Subahri yang merupakan nelayan sekaligus pengepul telah lama melakukan usahanya itu di Desa Jate, Pulau Giliraja, Madura. Beliau telah menjadi langganan 20 nelayan pancing dan beberapa nelayan jaring yang ingin menjual hasil tangkapannya. Ikan hasil tangkapannya meliputi ikan dorang, ikan bering, kakap, cumi, rajungan, udang dan ikan teri. Beliau memperoleh untung dengan menaikan harga jual ikan dari nelayan yang telah di distribusikan ke luar pulau seperti ke Madura dan Surabaya. Saat sedang musim ikan  antara bualan Mei-Juli biasanya Pak Subahri dapat mendistribusikan ikan hingga 2 ton/2 hari. Namun saat sedang tidak musim hanya 20-50 ton/2 hari.

Nelayan setempat dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya dari penghasilan melautnya. Mayoritas nelayan di desa Jate di dominasi oleh usia dewasa hingga tua. Pak Juheri dan Pak Miswar merupakan salah satu nelayan dengan alat tangkap payang. Dalam satu armada alat tangkap payang biasa di operasikan oleh 5-6 orang. Hasil tangkapan yang di dapat pada bulan Agustus 2017 rata-rata 10 kg sampai 1 kuintal dengan range harga Rp 20.000- Rp 22.000/kg dengan hasil tangkapan utama ikan teri.

Biaya investasi awal yang di keluarkan oleh nelayan payang berkisar Rp 35.000.000- Rp 40.000.000 untuk kapal, mesin , dan alat tangkap. Sistem pembagian hasil pemilik kapal dengan ABK lain sebesar 40% dan 60%. Sebagian besar mata pencaharian warga di desa Jate adalah nelayan utama maka saat musim barat sebagian besar menganggur.

1505277776844

1505277779002

1505277781048

1505277782742

 

Categories: Fisherman News | Leave a comment

FESTANAS 2017’s COMIN

810172⚓ [FESTANAS 2017’s COMIN]

⚓ Hello guyz!!!
Tau kan kalo HIMAFARIN-IPB (Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan) punya acara FESTANAS 2017 (Festival Perikanan Tangkap Nasional) yg sebentar lagi dilaksanain ?

Tentu tau dongz, apalagi yg udah lama mantengin OA kitaaa!

Buat kalian yg udah lama nungguin timeline lomba²nya dan berniat mengikuti lomba² tersebut, kita bakal ngasih tau Timeline Pendaftaran dan Persyaratannya loh guyz!! Berikut timeline pendaftarannya. Jangan lupa catat waktunya yak~

Lomba-lomba menarik yang bisa kalian ikuti diantaranya :
Fotografi ✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengumpulan Karya = 15 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017 Cerita Inspiratif
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengiriman Naskah = 15 Oktober 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017 Debat
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 18 November 2017 Speech Contest
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 18 November 2017 ⛵ Desain Alat Tangkap
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Batas Pengumpulan Karya = 8 November 2017
✔ Presentasi Hasil Karya = 17 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017 Lomba Cepat-Tepat Perikanan Tangkap
✔ Pendaftaran = 4-22 September 2017
✔ Pelaksanaan Lomba = 11 November 2017
Pengumuman Pemenang = 19 November 2017

Yuuuk guyz tunggu apa lagi. Jangan sampai ketinggalan infonya yaaak ~
Jangan lupa juga selalu pantengin akun sosmed kita di :
Line : @wgz5652
Ig : @festanas_psp
Email : festanaspspipb@gmail.com

#KuyJoinFESTANAS2017
#FestivalPerikananTangkapNasional2017
#HIMAFARIN
#KabinetHUHATE

Categories: Berita Kampus dan Akademik | Leave a comment