browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pengembangan Kawasan Minapolitan Pelatihan Budidaya Rumput Laut Bagi Masyarakat Pembudidaya Di Kabupaten Tojo Una-Una,Propinsi Sulawesi Tengah

Posted by on 27 June 2010

Pengembangan Kawasan Minapolitan Pelatihan Budidaya Rumput Laut Bagi Masyarakat Pembudidaya Di Kabupaten Tojo Una-Una,Propinsi Sulawesi Tengah


Kawasan Minapolitan merupakan salah satu program Kementerian Kelautan dan Perikanan 2010 yang berorientasi pada pengembangan wilayah-wilayah di Indonesia melalui potensi alam yang dimiliki tiap-tiap daerah untuk menjadikan potensi diwilayahnya menjadi potensi unggulan.

Menjawab tantangan ini, dan melihat begitu besarnya prospek rumput laut bagi dunia perikanan BPPP Aertembaga Bitung mengadakan “Pelatihan Budidaya Rumput Laut Bagi Masyarakat Pembudidaya” yang bertempat di Desa Urundaka Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-Una, Propinsi Sulawesi Tengah.

Pelatihan budidaya di buka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tojo Una-Una, Bpk. Ir. Moh. Nur said,M.Si . Dalam acara pembukaan hadir pula Kabid Perikanan acara pembukaan pula Kabid Perikanan Budidaya Ibu Ir.A.Dalfiah, camat Ampana Tete, Bpk. Ramli Laide, S.Ag Kepala BPPP Aertembaga, Bpk. Pola Panjaitan, A.Pi.,MM, Kepala Desa Urundaka, Bpk. Jois N. Samaun, Kapolsek Ampana Tete,Bpk. IPTU Mulyadi dan Dan Ramil Ampana Tete,Bpk. Sedar Ismail.

Kabupaten Tojo Una-Una merupakan salah satu kawasan minapolitan, dan untuk mempersiapkan wilayah ini menjadi wilayah penghasil rumput laut di tingkat Kabupaten, maka perlu adanya pelatihan di tempat ini dalam upaya mempersiapkan SDM terampil dengan memberikan teknologi budidaya rumput laut yang baik kepada masyarakat supaya dapat meningkatkan pendapatannya.

Demikian disampaikan Kepala BPPP Aertembaga dalam sambutannnya. Beliau juga menambahkan agar adanya pembinaan yang berkelanjutan setelah diklat kepada peserta dari Dinas Kelautan dan Perikanan Tojo Una-Una sehingga menghasilkan outcome yang dapat memberikan dampak positif kepada kesejahteraan masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Tojo Una-Una dalam sambutannya, dimana Beliau mengharapkan melalui pelatihan budidaya rumput laut yang diadakan oleh BPPP Aertembaga ini, masyarakat bisa meningkatkan produksi perikanan di Kab. Tojo Una-Una. Diakui Kepala Dinas Tojo Una-Una bahwa dari luas wilayah potensi budidaya 4600ha, baru sekitar 1000 ha yang dapat di kembangkan, karena kurangnya sumber daya manusia yang siap mengelola. Selain itu kurangnya teknologi juga menjadi salah satu faktor penghambatan.

Pelatihan Budidaya Rumput Laut yang berlangsung selama 7 (tujuh) hari kalender, terhitung mulai tanggal 10 s.d 16 juni 2010 bertujuan untuk : Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pembudidaya agar mampu dan terampil dalam mengelola usaha budidaya rumput laut.

Pelatihan budidaya rumput laut ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari Desa Urandaka sebanyak 21 orang, Desa Borone sebanyak 2 orang, Desa Bantuga 4 orang dan Desa Balanggala sebanyak 3 orang. Adanya keikutsertaan peserta dari desa-desa tetangga, diharapkan dapat menjadi pioner-pioner atau motivator-motivator bagi rekan-rekan pembudidaya lainnya di Desa mereka. Dengan begitu maka besar harapan budidaya rumput laut akan berkembang merata di Kabupaten Tojo Una-Una.

Pemberian materi pelatihan tidak hanya terfokus pada bagaimana cara membudidayakan rumput laut yang baik dan benar, tapi juga dari aspek ekonomi karena kedepan diharapkan masyarakat tidak hanya mampu membudidayakanrumput lau, tapi juga mampu menganalisa sendiri suatu usaha budidaya rumput laut yang berorientasi bisnis.

Belum lama ini di Kab.Tojo Una-Una, sedang di bangun sebuah perusahaan yang bergerak dibidang olahan rumput laut yaitu PT.Saraswati Aquagri Biotec yang membbuka harapan baru bagi masyarakat pembudidaya di lokasi sekitar untuk memasarkan hasil pembudidaya langsung kepada pihak perusahaan. Jadi besar harapan pemerintah setempat dan masyarakat pembudidaya rumput laut untuk menjadikan PT. Saraswati Aquagri Biotec sebagai bapak angkat.

PT.Saraswati Aqagri Biotec yang nantinya akan membutuhkan bahan baku rumput laut basah sebesar 50-60 ton/hr. Melihat peluang ini, minat dan semangat masyarakat kembali bangkit karena satu masalah mereka sudah dapat diatasi, dimana mereka sudah tidak perlu lagi bersusah payah untuk mencari pemasaran bagi rumput laut yang mereka hasilkan. Hal ini juga dapat memperpendek siklus atau penanganan hasil panen rumput laut karena sehabis panen, mereka langsung dapat menjual basah tanpa harus melalui proses penjemuran terlebih dahulu.

Sesuai kondisi perairan panati di Kab. Tojo Una-Una, teknik budidaya rumput laut yang cocok adalah menggunakan sistem rakit dan sistem long line. Namun kedua sistem tersebut akan dilihat perbedaan tingkat pertumbuhan rumput laut yang di budidayakan apakah sistem rakit tumbuh lebih cepat atau sebaliknya, serta akan dilihat aspek finansialnya mana yang lebih efisien untuk di kembangkan nantinya.

Sumber : Humas BPPP Aertembaga Bitung

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *