browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

PRESS RELEASE KEGIATAN EKSPEDISI FISHERMAN FRIEND (EFF) 2017

Posted by on 13 September 2017

1505277775242

 

Ekspedisi Fisherman Friend 2017 adalah kegiatan turun lapang mahasiswa/i Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (HIMAFARIN) Institut Pertanian Bogor, dalam rangka mengetahui potensi perikanan tangkap disuatu daerah pesisir, pola hidup nelayan, menumbuhkan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir, memberikan pendidikan lingkungan hidup usia dini, dan bakti sosial kepada masyarakat.

Kegiatan Ekspedisi Fisherman Friend 2017 dilaksanakan pada tanggal 17-23 Agustus 2017 di Pulau Giliraja, Desa Djate, Madura, Jawa Timur telah diikuti oleh ±150 peserta mulai dari mahasiswa Pemanfaaatan Sumberdaya Perikanan, siswa-siswi SD dan MI di sekitar wilayah Desa Djate, dan masyarakat setempat. Kegiatan Ekspedisi ini terbagi menjadi tiga kegiatan yaitu Research Development, Fisheries Education, dan Social Economic.

Kegiatan Fisheries Education ini terdiri dari kegiatan Mengajar di SDN Jate pada tanggal 19 Agustus 2017, dan penyuluhan pembuatan hasil olahan ikan berupa Nugget Ikan yang dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2017. Kegiatan mengajar di SDN Jate mendapat dukungan positif dari berbagai pihak sekolah, yakni guru, orang tua siswa, dan antusias dari siswa. Kegiatan mengajar tersebut memberikan motivasi kepada siswa terhadap sebuah impian harapan di masa depan serta permainan edukatif.

Kegiatan penyuluhan pembuatan hasil olahan ikan berupa Nugget Ikan diadakan di wilayah sekitar desa Jate dengan demo masak secara langsung dengan ibu rumah tangga, dan memberikan informasi cara pembuatan nugget ikan yang bernilai ekonomis dan sehat ke pemukiman warga sekitar desa. Kegiatan mengajar juga dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2017 di Madrasah As-Salam dengan diikuti oleh 70 siswa.

Kegiatan Research Development adalah mahasiswa/i melakukan trip dengan nelayan handline di Pulau Giliraja. Hasil trip tersebut bahwa kapal yang digunakan oleh nelayan handline adalah kapal payang. Setiap kapal biasanya terdiri dari tiga orang nelayan. Kapal berukuran LOA 5m, Lebar 2 m,  Tinggi 1 m. Mesin kapal sekitar 850 cc. Dalam satu kali trip kapal membutuhkan solar 10-15 liter. Penentuan fishing ground masih sangat sederhana, hanya mengandalkan perkiraan nelayan, melihat hasil tangkapan nelayan lain yang beroperasi, atau dengan melihat burung-burung yang terbang diatas laut. Handline yang digunakan adalah seuntai benang dengan 2-3 mata pancing berukuran kecil. Hasil tangkapan yang diperoleh nelayan diantaranya ikan kerong-kerong, jenggala, kurisi, sliwang, penganti, dan lainnya. Harga ikan saat itu cukup tinggi, sekitar Rp 40.000/kg.

Nelayan di Pulau Giliraja rata-rata hanya beroperasi dari pagi sampai siang. Hasil tangkapan dijual di pasar setempat atau pengepul. Jika hasil tangkapan hanya sedikit, dikonsumsi sendiri oleh nelayan. Pulau tersebut tidak memiliki Tempat Pelelangan Ikan atau pelabuhan perikanan. Sebagian warga pada sore hari mencari kerang-kerangan di pantai yang surut atau memancing di tubir pantai.

Kegiatan Social Economic adalah kegiatan pengkajian karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat nelayan dengan melakukan wawancara kepada beberapa nelayan di Pulau Giliraja dan melakukan Focus Group Discussion. Salah satunnya yaitu bapak Subahri yang merupakan nelayan sekaligus pengepul telah lama melakukan usahanya itu di Desa Jate, Pulau Giliraja, Madura. Beliau telah menjadi langganan 20 nelayan pancing dan beberapa nelayan jaring yang ingin menjual hasil tangkapannya. Ikan hasil tangkapannya meliputi ikan dorang, ikan bering, kakap, cumi, rajungan, udang dan ikan teri. Beliau memperoleh untung dengan menaikan harga jual ikan dari nelayan yang telah di distribusikan ke luar pulau seperti ke Madura dan Surabaya. Saat sedang musim ikan  antara bualan Mei-Juli biasanya Pak Subahri dapat mendistribusikan ikan hingga 2 ton/2 hari. Namun saat sedang tidak musim hanya 20-50 ton/2 hari.

Nelayan setempat dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya dari penghasilan melautnya. Mayoritas nelayan di desa Jate di dominasi oleh usia dewasa hingga tua. Pak Juheri dan Pak Miswar merupakan salah satu nelayan dengan alat tangkap payang. Dalam satu armada alat tangkap payang biasa di operasikan oleh 5-6 orang. Hasil tangkapan yang di dapat pada bulan Agustus 2017 rata-rata 10 kg sampai 1 kuintal dengan range harga Rp 20.000- Rp 22.000/kg dengan hasil tangkapan utama ikan teri.

Biaya investasi awal yang di keluarkan oleh nelayan payang berkisar Rp 35.000.000- Rp 40.000.000 untuk kapal, mesin , dan alat tangkap. Sistem pembagian hasil pemilik kapal dengan ABK lain sebesar 40% dan 60%. Sebagian besar mata pencaharian warga di desa Jate adalah nelayan utama maka saat musim barat sebagian besar menganggur.

1505277776844

1505277779002

1505277781048

1505277782742

 

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *