browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Prospek Perikanan Masih Cerah

Posted by on 9 November 2010
Prospek Perikanan masih Cerah


PROSPEK usaha produk-produk perikanan Indonesia masih cerah ke depan. Hal itu ditandai masih besarnya permintaan dalam negeri yang belum terpenuhi dan pasar ekspor yang akan terus meningkat.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP51) Thomas Darmawan, tahun ini ringkat ekspor produk perikanan memang masih cenderung stagnan jika dibandingkan dengan pada 2009.

Rendahnya pertumbuhan ekspor itu, berkaitan dengan meningkatnya permintaan dalam negeri tahun ini yang bisa mencapai 15%-20%.

“Produk ikan tawar yang jadi primadona di Indonesia ini di antaranya ikan mas, gurame, dan patin,” ujarnya di sela pembukaan pameran produk-produk makanan minuman, percetakan, dan farmasi di Jakarta, kemarin.

Menurut Thomas, tren positif pertumbuhan pasar dalam negeri ini selain sebagai dampak bertambahnya jumlah penduduk, karena bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat.

“Pasar produk perikanan dalam negeri ini bisa terdongkrak salah satunya karena tren kenaikan harga daging sapi dan ayam belakangan ini. Kita lihat saat ini, banyak orang beralih mengonsumsi ikan saat harga daging sapi dan ayam mahal,” ujarnya.

Jika dapat dimanfaatkan, ujar Thomas, usaha produk perikanan masih akan bergairah ke depan. Pasalnya, jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN, tingkat konsumsi ikanper kapita masyarakat Indonesia masih jauh lebih kecil.

Tingkat konsumsi ikan nasional hanya sekitar 3 kg per kapita per tahun. Bandingkan dengan daging sapi dan ayam yang mencapai 4-5 kg per tahun.

“Untuk menangkap potensi pasar ini, Indonesia perlu menambah industri-industri pengolahan,” ujarnya.

Thomas melanjutkan, selain industri pengolahan, dari sisi hulu atau budi dayanya pun masih perlu terus dikembangkan. Karena iiu, saat ini, fokus pengembangan dunia usahaadalah pada penyiapan sumber daya manusianya, teknologi budi daya serta pemasarannya.

Untuk ekspor, terutama produk primadona udang, tahun depan akan menjadi masa-masa penuh kesempatan bagi Indonesia. Itu terkait dengan China yang mengumumkan memerlukan produk udang hingga 1 juta ton per tahun mulai tahun depan. Saat ini, pasar ekspor produk udang Indonesia masih terpusat di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. (AVV/E-2)

Sumber : Media Indonesia 28 Oktober 2010,hal.18
Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *