browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Rumput Laut Cocok untuk Blue Economy

Posted by on 3 January 2013
JAKARTA-Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menyatakan rumput laut merupakan komoditas yang cocok untuk dijadikan objek penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) di sektor kelautan guna meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Itu karena rumput laut mampu memberikan banyak manfaat dari sisi hulu maupun hilir.Ketua Umum ARLI Safari Azis mengatakan, komoditas rumput laut bisa dimanfaatkan mulai dari penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat yang tinggal di daerah pantai, merupakan bahan baku dari berbagai industri pangan, farmasi, kesehatan, kosmetik, pupuk cair dan berbagai prospek lainnya. “Ini menjadikan rumput laut sebagai salah satu komoditas blue economy di Indonesia,”kata dia dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (2/1).

Safari mencontohkan, ARLI bersama-sama Kelompok Tani Rumput Laut Bali sebagai para pelaku usaha yang melakukan pembibitan dan pembudidayaan rumput laut di Bali akan mengembangkan pemasaran rumput laut yang lebih luas dalam jumlah yang lebih besar dengan kualitas standar dengan memanfaatkan kemampuan dan jaringan ARLI. Kerja sama pemasaran termasuk pengembangan dan pembinaan itu sebagai bagian dan upaya untuk menjadikan rumput laut sebagai salah satu sumber mata pencaharian utama penduduk Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali.

Sebagai bagian dari blue economy, kata Safari, ARLI mengusulkan adanya sinergi antara komoditas rumput laut untuk mendukung sektor pariwisata dengan menelurkan gagasan Minawisata atau Fishery Ecotourism yang menjadikan aktivitas budidaya rumput laut sebagai kegiatan wisata. Proses kehidupan masyarakat pembudidaya rumput laut dalam kesehariannya menjadi kekayaan wisata yang unik dan ditata sedemikian rupa sehingga tidak dianggap sebagai bidang yang bertentangan atau saling mengeliminasi tetapi menjadi sebuah kesatuan utuh yang saling menguntungkan.

Sumber: INVESTOR DAILY Tanggal 3 Januari 2013 Hal.7

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *