browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

TIM AMERIKA CEK MUTU IKAN INDONESIA

Posted by on 18 October 2010

TIM AMERIKA CEK MUTU IKAN INDONESIA

Untuk menunjukan keseriusan pemerintah terhadap sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan menerima kunjungan tiga orang petugas dari Food and Drug Administration (FDA) ke 15 Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Indonesia. Kunjungan petugas dari badan pengawas keamanan mutu produk makanan dan obat milik pemerintah Amerika Serikat ini bertujuan agar ekspor hasil perikanan Indonesia ke Amerika Serikat dapat diterima sesuai dengan standar keamanan produk negara tersebut.

Meski berasal dari satu institusi yang sama, ketiga petugas FDA tersebut tidak tergabung dalam sebuah tim melainkan bekerja secara individu ke masing-masing UPI yang telah ditentukan. Kunjungan yang telah dimulai sejak tanggal 3 Oktober hingga 27 Oktober 2010 mendatang tersebut mengunjungi 15 UPI yang tersebar di 7 provinsi, yakni DKI Jakarta, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur. Bali, dan Sulawesi Selatan. Tahun 2009 yang lalu, ekspor hasil perikanan ke AS mencapai 155,8 ribu ton dengan nilai USD 944,4 ribu.

Sebagai Otoritas Kompeten yang memberikan sertifikasi, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan ikut melakukan pendampingan untuk mengikuti proses inspeksi dan merekam seluruh temuan serta apabila terdapat ketidaksesuaian maka dapat dilakukan tindak koreksi secara cepat dan tepat.

Sistem pembinaan mutu hasil perikanan di Indonesia sudah dimulai sejak akhir tahun 1960-an. Semua diperbaiki tenaga profesional yang bersertifikat, termasuk kurikulum untuk melatihnya di Akademi Usaha Perikanan. Distandarisasi juga unit pengolahan tempat produk diproses. Produk yang diekspor juga dinilai secara organoleptik dan laboratoris, baik kimia maupun mikrobiologis.

Pembinaan mutu berikutnya mengikuti dinamika internasional, yaitu analisa kualitas pada titik kritis proses pengolahan produk, yang terkenal dengan sebutan Hazard Analysis on Critical Control Prints (HACCP), yang dimulai oleh Amerika Serikat. Dan kini, telah berkembang pula Traceability (penelusuran) kualitas produk sejak awal produksi. Metode ini dikembangkan pertama di Eropa. Dalam hal pembinaan mutu hasil perikanan ini Indonesia banyak mengalami kemajuan, dan tercapai atas kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kesehatan.
Jakarta, 7 Oktober 2010
Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi

sumber : http://www.dkp.go.id/archives/c/34/3425/tim-amerika-cek-mutu-ikan-indonesia/

Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *