October 2011

Monster Laut Pemakan Reptil Purba

KOMPAS.com – Mark McMenamin, palaentolog Mount Holyoke College di Massachusetts, AS, mengungkapkan hipotesis bahwa di masa lalu, terdapat monster laut purba yang biasa memakan reptil laut jenis ichthyosaurus. Padahal ichthyosaurus selama ini dikenal sebagai predator utama di laut yang berukuran sebesar bis serta memiliki gigi menyeramkan.

Hipotesis tersebut didasarkan atas analisis terhadap fosil ichthyosaurus sebesar 14 meter dari spesies Shonisaurus popularis dari masa Triassic antara 248-206 juta tahun lalu yang terdapat di Berlin-Ichthyosaur State Park di Nevada. Selama ini, kematian Shonisaurus popularis yang fosilnya ada di Berlin -Ichthyosaur State Park itu masih misteri.

Studi sebelumnya pada tahun 1950-an oleh Charles Lewis Camp dari Ubniversity of California Berkeley menyebut bahwa spesies itu mati oleh alga beracun. Namun demikian, tak ada bukti bahwa spesies itu mati di area laut dangkal. Studi lain oleh Jennifer Hogler dari University of California Museum of Paleontology justru menyebut bahwa spesies itu mati di laut dalam.

McMenamin yang penasaran akan teka teki tersebut melakukan penelitian bersama istrinya, Dianna Schulte McMenamin. Ia mengatakan bahwa ketika ada kontroversi tentang kedalaman tempat kematian spesies itu, pasti ada sesuatu yang menarik. Dan ketika McMenamin menjumpai fosil tersebut, ia menyadari adanya susunan tulang yang aneh.

Ichthyosaurus itu sepertinya tidak langsung dibunuh dan dimakan. Tulangnya ditata ulang, dibawa ke tempat tertentu sebelum dihabisi. Perilaku makan itu dijumpai pada gurita modern. McMenamin mengatakan, tanda-tanda yang ada menunjukkan bahwa monster laut purba yang menjadi hipotesis sepertinya menenggelamkan ichthyosaurus dan mematahkan lehernya. Susunan tulang belakang ichthyosaurus mengisyaratkan hasil hisapan hewan Cephalopoda-Coleoidea yang meliputi golongan gurita serta cumi – cumi.Read More »Monster Laut Pemakan Reptil Purba

Nebula Kepiting Memancarkan Energi Lebih Besar

WASHINGTON, KOMPAS.com — Nebula Kepiting atau sering disebut juga Crab Nebula adalah salah satu sisa-sisa ledakan bintang (supernova) yang paling menarik perhatian para astronom. Supernova yang membentuk kabut indah itu ditemukan tahun 1968. Namun, baru-baru ini para peneliti menyadari bahwa supernova itu memancarkan sinar gama jauh lebih besar daripada yang dapat dijelaskan oleh model ilmiah saat ini.

Para pengamat bintang yang menggunakan rangkaian teleskop VERITAS di Observatorium Whipple, Arizona, AS, telah mendeteksi bahwa bintang pulsar neutron muda di pusatnya memiliki energi lebih dari 100 miliar elektron volt (100 GeV). Demikian ditulis tim internasional dalam paper yang dipublikasikan jurnal Science, 7 Oktober 2011.

“Temuan ini memunculkan pandangan baru mengenai bagaimana mekanisme pancaran sinar gama terbentuk,” ujar Nepomuk Otte, salah satu peneliti dari Universitas California, Santa Cruz.

Read More »Nebula Kepiting Memancarkan Energi Lebih Besar